Saatnya Generasi Muda Peduli Perairan Indonesia


  • 20-09-2010

Terdiri dari negara kepulauan yang dipisahkan oleh banyak perairan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Sumber daya perairan pun melimpah bagi negara tercinta ini hingga muncul julukan negara maritim. Beberapa kelompok mayarakat pun ‘mencangkul’ rezeki dengan mengumpulkan sumber daya laut yang ada yang kemudian bisa dijual langsung atau diolah lebih lanjut.

Indonesia juga tak pelit berbagi dengan negara lain yang mulai melirik keuntungan yang bisa diperoleh dengan mengelola hasil laut Indonesia. Peraturan pun mulai dibuat dengan mempertimbangkan kesejahteraan warga Indonesia sendiri. Hal-hal teknis terkait jenis kapal penangkap, alat yang digunakan, sampai perizinan sudah ditentukan pemerintah untuk menghindari eksploitasi berlebihan.

Sayangnya, kasus pencurian ikan masih marak terjadi. Beberapa terkait batas wilayah yang kurang jelas, ada pula yang memang sengaja melakukannya tanpa izin. Tjondro Tirtamulya SH CN, dosen FH mengungkapkan bahwa istilah pencurian bukan kata yang tepat untuk menggambarkan kasus illegal fishing. “Kasus yang marak terjadi adalah kegiatan penangkapan ikan yang tidak sah karena tidak dilaporkan dan tidak diatur dalam undang-undang perikanan,” terang Tjondro.

Secara hukum, seseorang dianggap melanggar apabila melakukan kegiatan menangkap tanpa izin atau menentang aturan yang ada terkait kewajiban nasional maupun internasional. Ada pula pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan ikan yang diwajibkan membuka pabrik pengolahan di wilayah Indonesia. “Dalam praktik, banyak yang punya izin tapi palsu, ada juga yang menangkap spesies ikan yang tidak sesuai izin,” papar Tjondro.

Akibat pelanggaran tersebut, diperkirakan Indonesia mengalami kerugian yang cukup besar tiap tahunnya. “Yang lebih gawat, selain devisa negara berkurang, peluang industri perikanan dan keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia bisa terancam,” ujarnya menekankan bahaya yang bisa ditimbulkan.

Pemerintah sendiri sudah berusaha meminimalisir kerugian dengan memperbanyak pengawasan lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Tapi ya buktinya masih ada banyak kasus yang terjadi. Kenapa kira-kira?” tanyanya. Tjondro pun membeberkan bahwa para pelaku sudah makin pintar dalam menjalankan aksinya. Disinyalir, kapal yang mereka gunakan sudah banyak dimodifikasi agar bisa dengan cepat menghindari kejaran petugas.

Lantas, apakah Indonesia tak punya cara mengatasi masalh tersebut? “Yah sebenarnya secara teknologi kita masih belum mampu,” ungkap Tjondro. Namun menurutnya, Indonesia bisa mulai berkaca pada negara maju lain dari segi teknologi. Apalagi bila generasi muda mau lebih berpartisipasi dalam menanggulangi masalah ini. “Generasi muda kan lebih tanggp teknologi, sudah waktunya mereka yang maju bagi bangsa ini,” ajak Tjondro. (mei/wu)

Update: 20-09-2010 | Dibaca 4788 kali | Download versi pdf: Saatnya-Generasi-Muda-Peduli-Perairan-Indonesia.pdf