Asian Games 2018


  • 28-08-2018

Untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pesta Asian Games, setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Olahraga yang secara resmi dikenal sebagai Pesta Olahraga Asia ke-18 adalah acara olahraga multi-event regional Asia. Pada ajang ini turut serta mahasiswa Universitas Surabaya yang ikut berlaga dalam ajang bergensi tersebut. Guna mengali lebih dalam lagi mengenai keterlibatan mahasiswa Ubaya pada Asian Games 2018 Jakarta Palembang, berikut wawancara singkat bersama Stefanus Soegiharto, S.T., M.Sc. selaku Direktur Pengembangan Kemahasiswaan (DPK)

Q: Bagaimana pendapat Bapak mengenai Indonesia menjadi tuan rumah pada perhelatan Asian Gameskali kedua?

A: Sangat memberikan pengaruh positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Jika kita liat dari opening pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu, sebagai masyarakat yang memiliki multiculture yang beragam. Banyak suku dan bangsa yang dipersatukan oleh acara ini. dan saya rasa Indonesia cukup berani dalam mengajukan diri sebagai tua rumah kali ini. Indonesia juga berkembang diberbagai sektor, mulai transportasi, sistem maupun perekonomian. Melalui ajang ini masyarakat juga bersatu dalam memberikan semangat bagi atlet yang bertanding. Terlihat saat atlet mendapatkan medali emas masyarakat selalu menyambut atusias dan memberikan dukungan. Maka ini merupakan bentuk dukungan yang kongkrit bagi Indonesia, jika dilihat dari sisi banyaknya penonton pada setiap sesi pertandingan.

Q : Menurut Bapak, bagaimana dukungan pemerintah terhadap mahasiswa yang ikut bertanding pada Asian Games2018?

A: Pemerintah sudah banyak memberikan dukungan terhadap atlet- atlet Indonesia. Selama masa karantina, segala kebutuhan mereka sudah didukung dengan berbagai fasilitas yang memadai. Disatu sisi pemerintah juga sudah mulai aktif dalam memberikan perhatian bagi atlet olahraga yang sedang bertanding. Dengan diberikannya bonus maupun insentif lainnya. Namun perintah jangan sampai lupa, karena banyak atlet yang sudah pensiun. Jangan sampai setelah mereka tidak berlaga lagi dan pada akhirnya mereka hanya tinggal nama dengan kemiskinan. Saya yakin pemerintah memiliki misi yang sama dengan Ubaya. saat ini pendidikan dan pengetahuan merupakan skill yang harus dimiliki untuk membangun masa depan para mahasiswa yang berprofesi sebagai atlet olahraga. Mereka juga perlu hidup terpadangang dan bersosialisai dengan masyarakat.

Q: Sebagai bidang kemahasiswaan bagaimana peran Univeristas terhadap mahasiswa yang ikut bertanding pada ajang Asian Games2018?

A: Mahasiswa kita beri dukungan dan motivasi agar mereka dapat bertanding dengan baik. Dengan pemberian dispensasi perkuliahan, surat izin dan lain sebagainya. Terutama mereka yang mewakili Indonesia untuk bertanding. Ketika mereka harus absen dari kuliah, maka kita beri kelonggaran agar mereka dapat mengembangkan skill diluar kampus. Biasanya mereka akan diberikan tugas khusus agar tidak ketinggalan mata kuliah yang sedang berjalan dikampus. Misalnya pada pertandingan Asian Games mahasiswa sudah harus izin Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) jauh hari untuk melakukan persiapan. Biasanya mereka akan fakum selama 6 bulan. Untuk mengantisipasi agar mereka tidak kena sangsi, maka kita beri tugas penganti. Perbedaan nilai dengan mahasiswa lain juga tidak ada perbedaan. Sistem nilai dan tugas memiliki bobot yang sama, sehingga tidak ada kesan membeda-bedakan.

Q : Bagaimana menurut Bapak mengenai keterlibatan mahasiswa Ubaya dalam Asian Games2018 ?

A : Jika kita telusuri dari berbagai latar belakang banyak atlet dari macam-macam perguruan tinggi. Salah satunya adalah mahasiswa Ubaya juga ikut ambil andil pada perlombaan ini. tercatat 5 mahasiswa Ubaya yang ikut berkompetisi pada ajang Asian Games2018. Mereka tergabung kedalam dua cabang olahraga yaitu basket maupun bola voli. Mereka yang terlibat merupakan mahasiswa aktif yang sedang berkuliah di Ubaya. Jika dilihat masa dari keemasan para atlet, banyak yang mengambil pilihan untuk berkarir pada bidang olahraga. Namun banyak juga faktor internal dan external yang membuat mereka meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi. Dari tahun ketahun mahasiswa Ubaya sudah banyak yang tergabung pada cabang-cabang olahraga. Namun tetap mengutamakan pendidikan.

Q: Apa harapan Bapak terhadap atlet Ubaya yang berkompetisi pada Asian Games2018?

A: Semoga Asian Games 2018 menjadi semangat dan menggerakana emosi positif bagi masyarakat Indonesia. Sudah barang tentu ini harus menjadi energi bagi kita semua untuk menggerakkan emosi, semangat, dukungan, dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana masyarakat Indonesia mulai selalu mengerti dan mendukung Asian Games2018. Mereka bisa terlibat sebagai sukarelawan, bahkan di bidang ekonomi, sehingga memanfaatkan Asian Games ini untuk hal ekonomi hingga konsolidasi sosial. Saya berharap generasi milenial dapat belajar dari para atlet senior yang sedang berkompetisi. Sehingga dikemudian hari dapat memberikan manfaat bagi mereka.
 

Demikian hasil wawancara singkat tim redaksi dengan Stefanus Soegiharto, S.T., M.Sc. selaku Direktur Pengembangan Kemahasiswaan (DPK). Semoga para atlet Indonesia banyak menyumbang emas dan mengobarkan semangat Pancasila pada kompetisi Asian Games 2018.

Update: 28-08-2018 | Dibaca 545 kali | Download versi pdf: Asian-Games-2018.pdf