Keadilan Hukum Untuk Angeline


  • 30-07-2015

The world is a dangerous place, not because of those who do evil, but because of those who look on and do nothing”-Albert Einstein

Kekerasaan terhadap anak memang selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat baik di media cetak maupun media online. Salah satunya adalah kasus Angeline, gadis yang masih berada di kelas 2 SD Denpasar Bali yang sempat mencuat di khalayak ramai. Gadis yang masih berumur 8 tahun ini merupakan satu dari sekian banyak anak yang menjadi korban penganiayaan. Lalu bagaimana pendapat dari Dr. Elfina Lebrine Sahetapy, S.H., LL.M., Wakil Dekan II Fakultas Hukum yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Lab Hukum Pidana ini? Berikut wawancaranya.

Q:Saat ini, sedang marak pemeberitaan mengenai kasus Angeline. Bisa dijelaskan secara singkat mengenai kronologis pembunuhan tersebut?

Menurut berita di surat kabar, Angeline dibunuh oleh seseorang berinisial AT yang kemudian mengaku disuruh oleh ibu angkat Angeline sendiri yaitu Ny. MM. Hal ini dikarenakan Angeline mendapatkan wasiat yang cukup besar nilainya dari ayah angkatnya sehingga menimbulkan kecemburuan pada keluarga angkat Angeline. Namun, para saksi yang mengenal kehidupan sehari-hari Angeline mengatakan bahwa Angeline sering mendapatkan siksaan dari ibu angkatnya tersebut.

Q: Bagaimana perkembangan tentang kasus tersebut?

Kasus ini memang sedikit rumit karena pihak kepolisian menduga bahwa tersangka yang membunuh Angeline tidak hanya satu orang namun ada tersangka lainnya. Salah satu tersangkanya yaitu AT sudah ditahan oleh pihak kepolisian, namun untuk tersangka lainnya pihak kepolisian masih harus membuktikannya. Saat ini masih terjadi masalah, sebab belum adanya bukti yang cukup kuat untuk menyeret pelaku lain. Saya rasa polisi tidak akan tinggal diam dan akan terus mencari bukti karena dalam perkara pidana, sebab adanya bukti sangatlah penting.

Q: Siapa saja yang menjadi tersangka dalam pembunuhan Angeline? Apa yang membuat mereka menjadi tersangka?

Tersangka utama atau pelaku intelektualnya adalah Ibu angkat Angeline yaitu Ny. MM karena dia-lah yang diduga menyuruh AT serta merencanakan pembunuhan tersebut. Motif yang dimilikipun cukup kuat yakni adanya rasa dendam mengingat Angeline yang akan mendapat warisan yang cukup besar nilainya dan ada kemungkinan jika Angeline tidak ada atau meninggal, maka warisan itu dapat jatuh pada Ibu angkatnya yaitu Ny. MM.

Q: Dalam hukumpidana, jika tersangka benar-benar membunuh Angeline, dia akan dikenakan pasal berapa? Hukumannya seperti apa?

Pasal yang akan dikenakan cukup berat yakni pembunuhan berencana Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pidana yang dijatuhkan maksimal pidana penjara seumur hidup bahkan pidana mati.Pelaku tidak akan bebas apabila ada bukti dan saksi yang memberatkan.
 

Q: Menurut anda pribadi, hukuman apa yang pantas didapatkan oleh pembunuh Angeline?

Pandangan saya tentu berpijak pada ketentuan yang ada. Jika dalam ketentuan Undang-undang ditentukan pidana mati sekalipun, maka itu berarti pidana mati tersebut dapat diterapkan pada pelaku. Namun meskipun pidana mati sebagai pidana yang paling berat, bukan menjadi suatu jaminan bahwa kasuslain sejenis kasus Angeline terjadi di kemudian hari.

Menurut pendapat saya yang terpenting adalah bagaimana pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak yang bernasib seperti Angeline. Bagaimana dia mengalami penyiksaan dan penelantaran namun tidak ada satupun orang yang melaporkan kejadian tersebut, yang pada akhirnya akan berakhir tragis. Setelah kejadian baru mereka memberikan pengakuan bahwa telah terjadi penyiksaan dan penelantaran.
 

Q: Apa pendapat anda mengenai hukum di Indonesia?

Di Indonesia hukum yang dibuat sudah baik, meskipun masih terdapat celah hukum yang digunakan oleh pelaku tindak pidana untuk berkelit dari hukum. Namun yang lebih memprihatinkan adalah bagaimana proses hukum itu ditegakkan(Law Enforcement).So, the Law itself is not bad but there are many bad man in Indonesia.Oknum aparat penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum itulah yang membuat hukum kita seolah-olah tidak baik dan terkadang tebang pilih.

Q: Bagaimana harapan anda mengenai hukum di Indonesia untuk kedepannya?

Saya tetap optimis bahwa hukum di Indonesia ke depan lebih baik karena para dosen di Fakultas Hukum memberikan pengajaran pada mahasiswa hukum Ubaya agar mereka tidak hanya pandai secara intelektual namun juga harus memiliki karakter yang berintegritas dan memahami etika profesi hukum. Di pundak merekalah kami titipkan Kedaulatan Hukum di negara Indonesia yang kita cintai.
 

Jadi, apakah kita sebagai kaum intelektual akan diam saja dan tidak melakukan apa-apa ketika kita menyaksikan Angeline-Angeline lain diluar sana? Anak-anak tidak bisa mencegah terjadinya tindak penganiayaan, tetapi kita bisa!(ell)

Update: 30-07-2015 | Dibaca 10170 kali | Download versi pdf: Keadilan-Hukum-Untuk-Angeline.pdf