Perilaku Pengungsi Merapi Dari Tinjauan Basic Human Values


  • 02-07-2012

Listyo Yuwanto
Fakultas Psikologi Universitas Surabaya


Tulisan ini merupakan satu dari beberapa pembelajaran yang penulis dapatkan selama melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bagi pengungsi Merapi sejak 2010 hingga 2012. Pengungsi Merapi harus dibantu. Pernyataan tersebut benar. Apabila pembaca membayangkan bahwa semua pengungsi Merapi memiliki perilaku baik, jawabnya tidak semuanya. Terdapat beberapa perilaku pengungsi merapi yang dapat penulis temui dan kemudian penulis tinjau dari basic human values. Basic human values adalah  konsep tentang nilai yg dikemukakan oleh Shalom Schwartz dan menjadi dasar dari perilaku manusia.

Pengungsi yang dalam kondisi senang ataupun susah tetap saja memiliki keinginan menguntungkan diri sendiri dan tidak peduli orang lain. Perilaku yang ditampilkan adalah tidak pernah mengantri jatah bantuan, tidak peduli pada sesama pengungsi meskipun mengetahui yang lain mengalami kekurangan,membantu orang lain asal dirinya mendapatkan ganti yabg layak. Perilaku pengungsi seperti ini  bila dianalisis menggunakan basic human value dapat digolongkan pada security tipe security for self. Pengungsi mementingkan keamanan diri sendiri. Selain itu perilaku pengungsi tipe ini juga didasarkan pada hedonism value, yang menekankan pada kesenangan atau kepuasan diri sendiri.

Pengungsi yang dalam kondisi senang ataupun susah lebih memikirkan orang lain daripada dirinya. Perilaku yang ditampilkan selama di pengungsian misalnya merelakan jatah bantuan ke orang lain meskipun dirinya membutuhkan, dampaknya harus tidak makan meski lapar. Saat harus mengungsi membantu orang lain lebih dulu daripada menyelamatkan diri sendiri, dan berdampak pada luka pada tubuh. Penulis pernah dibantu makanan sedang pengungsi ini tidak lagi memiliki makanan. Hal ini didasarkan pada keinginan untuk menyenangkan orang lain, mampu membuat diri pengungsi diterima orang lain. Perilaku ini menurut basic human values tergolong pada security values yang diarahkan kesejahteraan orang lain, dan keharmonisan relasi dengan orang lain.

Pengungsi yang dalam kondisi senang memikirkan diri sendiri dan orang lain tetapi dalam kondisi susah memikirkan diri sendiri. Saat mendapatkan jatah bantuan atau shelter yg cukup mau membantu orang lain, membagi bantuan yang diterima lebih ke orang lain.Tetapi saat kekurangan ataupun mengalami kesulitan,tidak mau membantu orang lain yg mengalami kemalangan. Perilaku ini didasari security for self and others serta hedonism value.

Pengungsi yang dalam kondisi senang ataupun susah tetap memikirkan diri sendiri dan orang lain. Pengungsi tipe ini adalah tipe leader dan memang merupakan tokoh masyarakat yang dikenal sebagai orang yang menjadi panutan. Pengungsi dengan tipe ini mampu menjadi penggerak dan memberdayakan pengungsi lain untuk memiliki semangat hidup dan bertahan dengan kesulitan-kesulitan yang dialami selama mengungsi dan saat berada di shelter. Biasanya perilaku ini didasarkan pada beberapa value, misalnya power yaitu keinginan untuk mendapat status sosial, dan mengarahkan orang lain. Self-direction yaitu mandiri dalam berperilaku, membuat atau mengeksplorasi sesuatu. Benevolence yaitu menekankan kesejahteraan ataupun survival life kelompok.

Kondisi tidak menyenangkan seperti erupsi Merapi merupakan ujian bagi pengungsi.apakah perilaku mereka berubah atau tidak.perilaku positif dapat menjadi negatif.perilaku negatif dapat menjadi positif. Perilaku positif tetap positif dan negatif menjadi positif merupakan keberhasilan ujian bagi pengungsi. Hikmah lain adalah pengungsi dapat mengenali pengungsi lain yang sebenarnya merupakan tetangga satu dusun. Siapa tetangga yang baik dan siapa tetangga yang buruk. Begitulah pembelajaran yang didapatkan pengungsi selama mengungsi perpindah saat merapi meletus dan saat tinggal di hunian sementara. Keharmonisan dalam dua kondisi tersebut dapat menjadi prediksi keharmonisan di hunian tetap kelak. Basic human values yang positif menjadi dasar kehidupan pribadi dan sosial yang positif.

Update: 02-07-2012 | Dibaca 4159 kali | Download versi pdf: Perilaku-Pengungsi-Merapi-Dari-Tinjauan-Basic-Human-Values.pdf