Belajar Dari Kebangkitan Pengungsi Merapi Melalui Berwirausaha


  • 25-06-2012

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Hampir 2 tahun erupsi Gunung Merapi telah berlalu. Beberapa shelter pengungsian yang terletak di Wukirsari Sleman mulai kosong. Pengungsi telah kembali ke desa-desa yang masih layak untuk ditempati. Beberapa pengungsi menempati hunian tetap bantuan pemerintah di lokasi yang dinilai aman. Namun, masih terdapat pengungsi yang tidak dapat kembali ke lokasi desa asal mereka dan sampai Juni 2012 masih belum dapat menempati hunian tetap. Mereka salah satunya adalah pengungsi dusun Kaliadem yang saat ini masih berada di pengungsian Merapi Shelter Gondang 1 Wukirsari Sleman. Hunian tetap yang direncanakan akan ditempati mereka saat ini masih berada dalam tahapan pembangunan pondasi.

Pengungsian Merapi Shelter Gondang 1 Wukirsari Sleman merupakan tempat kegiatan Laboratorium Psikologi Umum Universitas Surabaya dalam menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat dan pengembangan diri melalui live-in ataupun pembelajaran resiliensi dan hardiness yang berlangsung sejak tahun 2011 sampai saat ini. Salah satu program kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Laboratorium Psikologi Umum Universitas Surabaya adalah kegiatan berwirausaha. Organisasi pemberi materi wirausaha tidak hanya berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya tetapi juga berasal dari Universitas lain di Yogyakarta, Jakarta, ataupun organisasi kemasyarakatan sosial dan individu.

Wirausaha saat ini menjadi salah satu penopang hidup pengungsi dusun Kaliadem di Shelter Gondang 1. Bantuan pemerintah dan pihak luar sudah mulai berkurang tidak sebanyak saat masih awal-awal menempati shelter. Sekarang saatnya mereka mandiri dengan berwirausaha di lokasi shelter yang penuh dengan keterbatasan. Dapat dikatakan bahwa wirausaha yang dilakukan berhasil. Beberapa refleksi pembelajaran keberhasilan berwirausaha warga Kaliadem dapat dituangkan melalui tulisan berikut.

Gratitude. Rasa syukur merupakan kunci dari usaha. Pengungsi Merapi menilai erupsi merapi merupakan Takdir Tuhan. Apapun Takdir Tuhan perlu disyukuri. Pasti ada hikmah dari erupsi Merapi. Rasa syukur membuat kondisi diri positif dan menjadi lebih kuat dalam menjalani serba kekurangan selama pengungsian. Rasa syukur pengungsi Merapi dijawab dengan adanya bantuan shelter, bantuan program, dan adanya jejaring sosial yang kelak dapat membuat hidup mereka menjadi lebih bermakna.

Kemauan Belajar. Saat berada di Shelter Gondang 1, warga dusun Kaliadem mendapatkan berbagai tawaran mengikuti program kewirausahaan. Warga dusun Kaliadem yang saat ini berhasil dalam berwirausaha tidak malu untuk belajar dari pemberi materi. Pemberi materi memiliki karakteristik yang bervariasi. Terdapat pemberi materi wirausaha yang mahasiswa etnis lain, organisasi kecil, organisasi besar yang sudah memiliki nama, bahkan pemberi materi individual yang datang ke rumah-rumah. Warga Kaliadem memiliki kemauan belajar dan tidak malu untuk belajar. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pengisi waktu luang mencegah kebosanan dan dapat memperkaya ketrampilan diri karena output-nya nyata bermanfaat bagi kehidupan mereka. Dapat dikatakan program wirausaha merupakan salah satu program yang tepat bagi pengungsi yang sudah rusak kehidupan perekonomiannya.

Kemauan Bekerja Keras. Setelah belajar dari pemberi materi yang paling penting dilakukan adalah action. Tanpa action materi yang diberikan tidak akan bermanfaat dan kehidupan pengungsi akan tetap bergantung pada bantuan. Action membutuhkan kemauan bekerja keras. Sekadar gambaran mata pencarian asli warga dusun Kaliadem sebelum erupsi Merapi sebagian besar adalah usaha wisata dan peternak sapi perah. Wirausaha pengolahan makanan merupakan ranah baru bagi pengungsi sehingga membutuhkan kemauan belajar dan kemauan bekerja keras mewujudkan usaha baru sehingga dapat berjalan dan bertahan. Warga dusun Kaliadem juga berani mengikuti lomba-lomba wirausaha dengan potensi yang telah mereka kerjakan dan berhasil menjadi pemenang sehingga mendapatkan modal usaha yang penting.

Kebersamaan. Prinsip orang Jawa mangan ora mangan kumpul menjadi salah satu penunjang keberhasilan berwirausaha. Tidak ada pekerjaan atau hasil kerja yang maksimal bila dikerjakan sendiri. Kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan orang lain merupakan teman yang dapat membuat kehidupan menjadi lebih nyaman baik kehidupan sehari-hari ataupun pekerjaan merupakan prinsip bekerja wirausahawan dusun Kaliadem. Pola kerja wirausaha yang tradisional masih mereka terapkan dan hal ini yang membuat mereka tetap guyup.

Kepercayaan. Usaha bersama yang melibatkan beberapa orang perlu ditunjang dengan kepercayaan. Warga dusun Kaliadem yang telah mengenal karakter masing-masing menjadi dasar berwirausaha. Masing-masing yang terlibat di usaha saling membentuk dan menjaga kepercayaan. Bentuk-bentuknya dengan transparansi jumlah pesanan, transparansi pembagian waktu kerja, transparansi keuntungan dan kerugian, serta transparansi pembagian hasil. Terdapat beberapa orang yang dianggap tokoh dan sampai sekarang menjadi leader wirausaha ini dan masih mampu menjadi kepercayaan ini dengan baik.

Promosi. Promosi merupakan mata rantai wirausaha yang menentukan keberlanjutan usaha. Bentuk promosi yang dilakukan adalah memasang papan nama di tempat usaha sehingga pihak luar yang berkunjung ke shelter dapat mengetahui. Melalui program promosi mereka dengan memberikan contoh produk terlebih dahulu dapat menjadi stimulasi pembeli membeli produk usaha mereka. Di produk juga diberikan label tentang nomor kontak yang dapat dihubungi. Harga yang ditawarkan menurut pengungsi harus wajar agar tidak terlalu mahal. Jangan sampai image produk yang mahal muncul pada konsumen. Pikiran tradisional pengungsi juga masih mewarnai promosi harga, misalnya harga asli produk disebutkan dan keuntungan yang didapatkan berapa. Hal ini dalam konsep psikologi akan menentukan besarnya keikhlasan pembeli dalam membeli dan dapat menjadi prediktor untuk mengulang membeli suatu produk.

Jejaring Sosial. Usaha tanpa jaringan distribusi yang baik tidak akan berjalan. Selain menggunakan model promosi standar, pengungsi Kaliadem juga menggunakan model jejaring sosial sistem gethuk tular (informasi dari mulut ke mulut). Saat ada pembeli datang, mereka tidak segan untuk meminta tolong disebarkan tentang informasi usaha mereka dan didoakan agar usaha mereka tetap berjalan semakin maju untuk kelangsungan hidup pengungsi Merapi.

Kreativitas. Kondisi serba terbatas karena erupsi Merapi dan tantangan untuk terus bertahan hidup secara mandiri mendorong pengungsi Merapi kreatif dalam mengelola usaha. Bentuk kreativitas yang ditampilkan dalam produk apapun memiliki ciri khas yaitu simbol Gunung Merapi.

Hal yang sering diungkapkan pengungsi Merapi adalah rasa syukur pasti akan mendapatkan Balasan Baik dari Tuhan Yang Maha Esa mulai menjadi kenyataan. Semoga refleksi pembelajaran Pengungsi Merapi Shelter Gondang 1 Dusun Kaliadem dapat bermanfaat bagi pembaca.

Update: 25-06-2012 | Dibaca 3841 kali | Download versi pdf: Belajar-Dari-Kebangkitan-Pengungsi-Merapi-Melalui-Berwirausaha.pdf