Filosofi Kesuksesan Anak Tangga


  • 09-07-2019

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

 

Menjadi sukses adalah idaman setiap individu terutama di bidang karir. Banyak kriteria kesuksesan mulai dari jabatan, variasi tugas, keluasan wewenang, banyaknya bawahan yang dikoordinasi, kompleksitas manajemen, dan besarnya penghasilan dalam bekerja. Ukuran kesuksesan bersifat subjektif sama halnya ukuran kebahagiaan individu. Namun terdapat kesamaan dalam hal kesuksesan yaitu kesuksesan sebagai bentuk aktualisasi diri. Aktualisasi diri merupakan upaya pengembangan potensi-potensi diri yang dimiliki yang kemudian diharapkan dapat memfasilitasi atau memberdayakan orang lain untuk juga mengalami pengembangan aktualisasi diri.

Pencapaian kesuksesan yang ditargetkan setiap individu juga berbeda-beda. Analogi pencapaian kesuksesan individu adalah seperti perjalanan menaiki anak tangga. Setiap anak tangga dapat menuntun menuju ke beberapa lantai. Mulai dari lantai dasar hingga lantai paling tinggi. Setiap lantai adalah tujuan yang menggambarkan tercapainya target individu. Setiap individu dapat menetapkan akan menuju lantai berapa sesuai dengan kepentingannya. Kepentingan ini adalah sebuah kebutuhan yang akan dicapai. Untuk mencapai kebutuhan tersebut butuh arah dan usaha. Arah membimbing untuk fokus pada lantai berapa yang akan dicapai. Usaha membahas tentang seberapa cepat individu mencapai lantai yang dituju. Anak tangga merupakan sebuah sarana mengekspresikan arah dan usaha.

Target yang sama yaitu lantai yang sama akan dapat dicapai dengan arah dan usaha yang berbeda setiap individu. Untuk mencapai lantai yang dituju meskipun individu sudah tahu arahnya dengan menaiki anak tangga tertentu, namun masih bisa membelokkan arahnya sementara waktu ke lantai yang berbeda. Pada waktunya akan kembali menuju lantai yang merupakan tujuan awalnya. Terdapat kepuasan tersendiri mencapai lantai yang dituju dengan mencapai lantai lain terlebih dahulu. Sebaliknya terdapat individu yang langsung menuju lantai yang dituju. Terdapat kepuasan juga mencapai lantai tersebut secara langsung.

Kecepatan mencapai lantai yang dituju juga berbeda-beda. Terdapat individu yang menaiki anak tangga satu per satu dan ada yang menaiki anak tangga dua-dua, bahkan lebih. Ada juga yang menaiki anak tangga langsung tanpa beristirahat dan sebaliknya harus beristirahat untuk mengatur nafas kemudian melanjutkan kembali. Namun baik yang satu per satu ataupun yang lebih dari satu per satu menaiki anak tangga, yang langsung ataupun tidak harus beristirahat sementara waktu semunya merasa menikmati proses menaiki anak tangga menuju lantai yang dituju.

Itulah filosofi anak tangga kesuksesan. Setiap individu dapat mencapai kesuksesan sesuai dengan kemampuannya yaitu kecepatan dan ketahanan namun juga adanya faktor kesempatan. Setiap individu punya kesempatan waktu dan usaha untuk mencapainya. Setiap individu adalah unik, demikian halnya dalam proses aktualisasi diri mencapai kesuksesan. Selalu membandingkan diri dengan orang lain bukan merupakan hal yang bijak apabila pada akhirnya hanya akan merendahkan potensi diri. Filosofi anak tangga kesuksesan mengajarkan kita akan keunikan setiap individu dalam aktualisasi diri. Ketika aktualisasi diri tercapai kita bahkan dapat membuat anak tangga baru untuk diri kita sendiri mencapai aktualisasi yang lain ataupun anak tangga baru yang dapat membantu orang lain mencapai aktualisasinya juga.

Update: 09-07-2019 | Dibaca 397 kali | Download versi pdf: Filosofi-Kesuksesan-Anak-Tangga.pdf