Memanfaatkan Mudik Sebagai Bentuk Quality Of Work Life


  • 11-06-2018

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Tibalah masa mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi yang diturunkan secara lintas generasi dan menjadi pergerakan massa terbesar di Indonesia. Arus mudik diidentikkan dengan padatnya moda transportasi, ruas jalan, dan semua warna yang menyertai. Mudik identik juga dengan sebuah perjuangan, perjuangan mengatur jadwal mudik, perjuangan biaya mudik, dan perjuangan perjalanan mudik dan kemudian balik. Perjalanan mudik memiliki beragam tujuan selain tujuan utama bersilaturahmi merayakan Idul Fitri dengan sanak saudara, keluarga, dan handai taulan di kampung halaman. Berdasarkan tinjauan psikologi positif, mudik juga sebagai bentuk perwujudan quality of work life(QWL).

Mudik dilakukan saat libur bekerja dan waktu libur tersebut merupakan salah satu kebijakan yang diberikan perusahaan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan yang merupakan dimensi utama dari kualitas kehidupan kerja. Mudik dapat dikatakan sebagai media untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktifitas karyawan karena saat mudik karyawan terlepas dari aktivitas rutinitas kerja yang dilakukan selama satu tahun terakhir. Dengan mudik, karyawan total menjalani aktivitas bersama keluarga dan dapat bertemu dengan orang-orang yang selama ini jarang ditemui kecuali di waktu khusus seperti momen Idul Fitri. Menjalani mudik dengan suasana emosi positif merupakan kunci meningkatkan kesejahteraan fisik ataupun mental dari karyawan. Saat mudik tidak lagi terganggu dengan tugas-tugas pekerjaan rutinnya, sementara waktu pekerjaan rutin tidak dilakukan.

Aktivitas bersama keluarga yang selama ini sulit dilakukan di waktu jam kerja dapat dilakukan selama mudik. Dengan demikian peran pekerja di dalam keluarga bisa meningkat baik dalam menjalankan peran domestik ataupun peran sebagai anggota keluarga. Mudik sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan peran dalam keluarga. Melalui peningkatan peran dalam keluarga dapat mengisi energi positif suasana keluarga. Masalah-masalah keluarga yang selama ini belum terselesaikan terdapat waktu khusus untuk menyelesaikannya dengan suasana jernih Idul Fitri. Rencana-rencana aktivitas kebersamaan keluarga yang tertunda karena kesibukan kerja juga dapat diwujudkan di momen mudik. Mudik mewujudkan terciptanya work and non-work life balance. Ada waktunya bekerja dan ada waktunya untuk aktivitas di luar pekerjaan.

Mudik diharapkan membuat pekerja kembali segar secara fisik dan mental, sehingga seharusnya di hari pertama kembali bekerja menjadi lebih bersemangat sama bersemangatnya ketika di hari terakhir bekerja untuk mudik. Mudik adalah kebutuhan, dan libur lebaran beserta fasilitas yang mewarnainya juga telah diberikan. Terpenuhinya kebutuhan seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan karyawan, namun juga meningkatkan produktivitas perusahaan. Semoga mudik membawa kebahagiaan bagi semua dan bukan hanya sebagai tradisi yang tidak membuat keseimbangan kerja dan keluarga. Selamat berjuang mencapai keseimbangan kerja dan keluarga. Mudik happybertemu keluarga di kampung halaman dan balik happy menjalankan pekerjaan di tempat kerja. Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Update: 11-06-2018 | Dibaca 1008 kali | Download versi pdf: Memanfaatkan-Mudik-Sebagai-Bentuk-Quality-Of-Work-Life.pdf