Habis Gelap Terbitlah Terang : Pembelajaran Dari Perempuan Muda Nusa Tenggara Timur


  • 23-04-2018

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

R. A Kartini sangat mencita-citakan kesetaraan kemajuan bagi perempuan Indonesia terutama di bidang pendidikan. Kartini memberikan teladan bahwa mengenyam pendidikan bagi perempuan adalah sebuah perjuangan di masanya. Perjuangan Kartini ini hingga saat ini masih menjadi penerang dan pendorong perempuan untuk terus menempuh pendidikan demi kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai perjuangan Kartini bahwa perempuan harus memiliki kesetaraan dengan laki-laki dalam mengenyam pendidikan menjadi pendorong perempuan-perempuan Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi termasuk perempuan muda Nusa Tenggara Timur.

Beberapa perempuan muda Nusa Tenggara Timur yang berada di Surabaya disatukan prinsip yang sama yaitu menempuh pendidikan tinggi hingga di rantau dan bertekad segera menyelesaikan pendidikannya agar dapat kembali ke kampung halaman untuk membangun kampung halamannya. Pendidikan menjadi salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan hal inilah yang ditempuh perempuan muda Nusa Tenggara Timur. Mereka sangat bangga akan perjuangan Kartini, sosok perempuan Jawa yang di masanya mengalami keterbatasan dalam kesetaraan dengan laki-laki dan tetap bangga dengan ke Jawa-annya. Perempuan muda Nusa Tenggara Timur juga menyadari keterbatasan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur, dan kemudian menempuh pendidikan di Jawa. Meski mereka mengalami keterbatasan dalam fasilitas pendidikan, mereka tidak merasa rendah diri untuk menempuh pendidikan di Jawa.

Dalam menempuh pendidikan di Jawa mereka berusaha mendapatkan banyak ilmu, menimbah dari para pakar pendidikan yang ditempuhnya, menambah pengalaman dan membawa rasa bangga akan daerahnya sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka berusaha menunjukkan mampu menempuh pendidikan tinggi meski seringkali dianggap dari kelompok daerah yang kurang maju. Sebagai perempuan muda Nusa Tenggara mereka bangga dengan daerahnya dan berusaha menunjukkan kebanggaan yang mereka miliki dengan berbagai aktivitas.

Nusa Tenggara Timur kaya akan keragaman tenun yang memiliki berbagai simbol budaya masyarakat. Layaknya generasi muda suatu daerah, mereka adalah generasi penerus yang diharapkan tetap mewarisi budaya daerahnya. Perempuan muda Nusa Tenggara Timur berusaha memahami setiap makna tenun yang dimiliki daerahnya dan mengenalkannya kepada masyarakat luas, bahwa tenun Nusa Tenggara Timur tidak hanya satu tetapi beragam sesuai dengan daerahnya masing-masing. Tenun yang ada memiliki filosofi budaya tinggi yang mendasari perilaku dan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Untuk memperkuat identitas sebagai perempuan muda Nusa Tenggara Timur, dalam berbagai kesempatan mereka juga mengenakan tenun-tenun tersebut. Selain itu mereka juga mengenalkan tentang keindahan alam dan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur, peran mereka dalam memajukan literasi anak-anak melalui rumah baca yang dibangun secara swadaya. Dengan demikian perempuan muda Nusa Tenggara Timur telah memperjuangkan kemajuan Nusa Tenggara Timur sebagai agen pendidikan, agen pelestari budaya, dan representasi dari perempuan Nusa Tenggara Timur di Indonesia.

Banyak hal yang telah mereka lakukan dan pelajari di perantauan, ada saatnya mereka akan kembali ke Nusa Tenggara Timur. Perempuan Muda Nusa Tenggara Timur bertekad menjadi generasi penerus Kartini yaitu Kartini muda Nusa Tenggara Timur yang membawa terang bagi daerahnya. Semangat seperti inilah yang seharusnya menjadi teladan generasi muda yang lain, menempuh pendidikan tinggi dan membangun daerah asalnya. Habis gelap terbitlah terang, selamat Hari Kartini 2018.

Update: 23-04-2018 | Dibaca 940 kali | Download versi pdf: Habis-Gelap-Terbitlah-Terang---Pembelajaran-Dari-Perempuan-Muda-Nusa-Tenggara-Timur.pdf