Tinjauan Psikologis Kemanfaatan Sistem Operasi Android


  • 25-04-2016

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Salah satu sistem operasi yang saat ini banyak digunakan dalam smartphone adalah sistem operasi Android. Smartphone berbasis Android mengacu pada hasil riset pasar beberapa majalah dan situs ICT lebih banyak diburu konsumen dibandingkan dengan smartphone berbasis sistem operasi lain. Beberapa tahun terakhir, konsumen pengguna smartphone mengalami peningkatan dalam jumlah. Hal ini sebenarnya sudah dapat diprediksi di awal munculnya berbagai sistem operasi yang membuka kesempatan persaingan sistem operasi yang pada akhirnya berdampak pada pasar smartphone. Kondisi ini juga tidak terlepas dari kebutuhan konsumen yang makin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi yang membutuhkan beragam aplikasi dalam menjalankan fungsi kerja atau relasi sosial. Beragam aplikasi yang unik, mudah (user friendly) dan kemanfaatannya biasanya menjadi target pengguna smartphone dengan basis sistem operasi tertentu. Sistem operasi Android mendukung beragam aplikasi dengan karakteristik tersebut sehingga tidak mengherankan sistem operasi Android mampu menjadi pemimpin pasar sistem operasi menggeser sistem operasi lain.

Sistem operasi Android mendukung beragam aplikasi yang dapat digunakan sebagai hiburan. Misalnya saja game dengan beragam genre yang sederhana hingga rumit tingkat kesulitannya. Tentu saja tidak akan mengabaikan variasi kualitas game mulai dari yang kualitas visualnya sederhana hingga kualitas high definition (HD). Variasi aplikasi game juga nampak dari game yang sifatnya khayalan hingga yang realistik kehidupan sehari-hari misalnya mengelola peternakan dan sebagainya. Salah satu aplikasi yang saat ini sedang booming adalah aplikasi pengelola foto. Demam foto bersama dengan orang lain atau foto diri sendiri pada dasarnya ditentukan dua faktor yaitu secara internal karena manusia memiliki kebutuhan untuk mengabadikan sebuah momen terkait dengan diri sendiri atau segala sesuatu yang berkaitan dengan diri sebagai bentuk perwujudan eksistensi diri sebagai manusia. Sedangkan faktor eksternal adanya fasilitas dari instrument yang menarik untuk melakukannya. Dengan beragam aplikasi pengelola foto membuat individu mengedit, memanipulasi, dan mengorganisasi foto sesuai keinginannya sehingga aplikasi tersebut mampu membantu individu mengontrol terhadap sesuatu.

Sistem operasi Android juga mendukung beragam aplikasi kerja. Misalnya program untuk membuat cerita pendek, program membuat komik secara instan, program akuntansi, program desain, dan sejenisnya. Demikian juga terhadap kesehatan terdapat program penghitung indeks massa tubuh, program detak jantung, dan sejenisnya. Bahkan terdapat program pengukur suhu udara, cuaca, dan sejenisnya. Dengan demikian sistem Android memudahkan pengguna smartphone mengoptimalkan fungsi smartphone nya sesuai kebutuhan individu. Tidak mengherankan kemudian muncul pertanyaan dan pernyataan, Apa yang bisa Anda lakukan dengan smartphone Anda? Semua sudah ada dalam genggaman. Sebuah pernyataan yang menunjukkan banyaknya kemudahan yang didapatkan melalui smartphone dengan dukungan sistem operasi yang mumpuni.

Satu lagi, sistem operasi Android juga mendukung dua aplikasi media sosial yang saat ini sedang popular yaitu WhatsApp dan Line. Demikian juga dengan beberapa media sosial lain yang termasuk banyak penggunanya yaitu Instagram, FB messenger, dan beberapa lainnya. Aplikasi ini menarik digunakan terutama sangat memudahkan dalam berkomunikasi dengan orang lain baik secara personal ataupun professional. Berkaitan dengan tinjauan psikologis, hal-hal tersebut menggambarkan manfaat positif sistem operasi Android sebagai pendukung aplikasismartphone.

Perkembangan teknologi selalu memiliki dua sisi yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif atau negatif selalu tergantung pada bagaimana individu menggunakan teknologi tersebut. Penggunaan teknologi diharapkan tepat guna sehingga dapat mencegah potensi dampak negatif. Berikut akan dijabarkan beberapa dampak negatif yang dapat dialami individu ketika menggunakan sistem Android sebagai pendukung beragam aplikasi secara tidak tepat guna. Individu yang terbiasa menggunakan aplikasi dalam menunjang kerjanya dan tidak diimbangi dengan prinsip kerja manual akan menjadi ahli di bidang tersebut secara aplikasi. Sebagai perbandingan apabila kita terbiasa menggunakan software statistik untuk perhitungan tanpa diimbangi dengan berlatih menghitung manual berbasis rumus maka berpotensi akan mengalami penurunan ketrampilan berhitung dan menggunakan rumus bahkan lupa dengan rumus yang ada. Demikian halnya ketika telah terbiasa mengedit foto sehingga hasil foto menjadi lebih baik maka akan menggantungkan pada aplikasi dan proses pengambilan foto yang merupakan esensi malah tidak terlalu diperhatikan. Bukannya menjadi ahli foto namun menjadi ahli edit berbasis aplikasi. Bagaimana apabila aplikasi tersebut tidak ada atau ketika kita diharuskan tidak menggunakan aplikasi tersebut? Berpotensi memunculkan technostress, yaitu stress atau kondisi tidak nyaman apabila tidak menggunakan teknologi.

Fungsi hiburan yang menarik dari beragam aplikasi dapat berpotensi memunculkan penggunaan smartphone atau gadget yang bermasalah yaitu withdrawal. Apabila individu memiliki masalah biasanya akan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone untuk menghibur diri sehingga belum tentu masalah tersebut terselesaikan. Dengan menggunakan fungsi hiburan maka individu dapat merasa nyaman sementara waktu dan dapat menjadi habit ketika mengalami masalah-masalah yang lain. Demikian juga dari sisi waktu penggunaan, aplikasi hiburan atau kerja dapat membuat individu menggunakan smartphone dalam berbagai waktu, tempat, atau situasi sehingga waktu penggunaannya menjadi meningkat atau makin bertambah lama. Sebagai contoh saat hendak beristirahat atau tidur, waktunya akan berkurang dengan penggunaan aplikasi yang ada dalam smartphone dengan dukungan sistem Android. Dampaknya waktu beristirahat berkurang dan berpotensi mengurangi produktivitas.

Melalui media sosial yang disediakan melalui aplikasi tertentu, ternyata juga berpotensi berdampak negatif, yaitu individu menjadi kurang menghargai keberadaan orang yang ada di sekitarnya karena berfokus pada chat yang sedang aktif dismartphone nya. Kebiasaan berelasi melalui media sosial dapat mengurangi keinginan kontak langsung karena sudah terbiasa dengan bentuk relasi melalui media sosial. Dampak yang lain adalah berkurangnya ketrampilan sosial ketika berinteraksi secara langsung karena terbiasa berelasi secara indirect, misalnya kurang peka dengan bahasa tubuh, kurang mampu empati, dan egosentris. Individu menjadi terkungkung atau fokus pada teknologi yang berpotensi berdampak negatif (technococoan).

Demikianlah tinjauan psikologis kemanfaatan sistem operasi Android, seperti yang sudah diajukan melalui pernyataan di awal bahwa kemajuan teknologi berdampak positif dan negatif. Kemajuan teknologi dirancang untuk memudahkan atau membantu kehidupan manusia, namun harus dimanfaatkan secara tepat guna tergantung kepada individu sebagai penggunanya. Individu sebagai agen yang aktif mengatur perilakunya dalam menggunakan smartphone berbasis sistem operasi Android. 

Update: 25-04-2016 | Dibaca 3139 kali | Download versi pdf: Tinjauan-Psikologis-Kemanfaatan-Sistem-Operasi-Android.pdf