Kegiatan Akademik dikenal sebagai 'siklus kegiatan pembelajaran yang dimulai dari siswa' sebuah proses penerimaan siswa sampai mahasiswa menyelesaikan studi mereka. Untuk mendukung pelaksanaan proses belajar di tingkat sarjana, sistem yang disebut Sistem Kredit Semester (Sistem Kredit Semester - SKS) ditetapkan. proses pembelajaran pada semester 1 dimulai dengan perencanaan belajar dan diakhiri dengan penerbitan Kartu Hasil Studi (Kartu Hasil Studi - KHS). Proses ini diulangi setiap semester.

Diagram 1 Academic Activity Cycle

  1. Pendaftaran & Registrasi
  2. Semester 1
  3. Semester 2 (Evaluasi Studi Tahap 1)
  4. Semester 3
  5. Semester 4 (Evaluasi Studi Tahap 2)
  6. Semester 5
  7. Semester 6
  8. Semester 7 (Lulus 7 semester)
  9. Semester 8 (Lulus 8 semester)
  10. Semester berikutnya
  11. Semester 14 (Batas Maksumal Waktu Studi)

*Batas Studi Normal = 8 Semester

Diagram 2 Detail of Activity per Semester
 

  1. Perencanaan Studi
  2. Input Mata Kuliah
  3. Kartu Studi Diterbitkan
  4. Kuliah Sebelum UTS Minggu 1-7 (7 minggu)
  5. Ujian Tengah Semester 2 Minggu
  6. Kuliah Setelah UTS Minggu 8-14 (7 minggu)
  7. Ujian Akhir Semester 2 Minggu
  8. Kartu Hasil Studi Diterbitkan
  9. Semester Berikutnya
  10. Batas Pengajuan Berhenti Studi Sementara - BSS
  11. Batas Pengajuan Mundur Studi Sementara - MSS


Sistem Kredit Semester (SKS)

SKS adalah sistem koordinasi pendidikan di mana beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, dan konduksi program kelembagaan pendidikan didefinisikan dalam satuan kredit. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya program pendidikan di tingkat pendidikan.

Satu (1) tahun akademik terdiri dari semester gasal, semester Genap, dan remedy program. Satu semester setara dengan 22 minggu mempelajari bahwa pelaksanaan terdiri dari:

  • Administratif kegiatan akademik: 3 minggu
  • Kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler: 14 minggu
  • Minggu tenang / Reses: 1 minggu
  • Ujian: 4 minggu


Dalam transisi dari Semester Gasal ke Semester Genap, fakultas melakukan program remedy. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa untuk kembali mengambil beberapa mata pelajaran gagal selama liburan semester.

Program remedy ini dilakukan 4-5 minggu yang setara dengan 10 minggu efektif kuliah pada semester reguler.

SKS adalah satuan digunakan untuk menyatakan beban studi mahasiswa, pengakuan usaha siswa, dan keberhasilan usaha kumulatif dari program tertentu. SKS atau juga bisa kredit disebut juga dapat menyatakan upaya pelaksanaan pendidikan untuk pendidikan tinggi khususnya bagi dosen.

1. Tujuan
Tujuan umum penerapan SKS di Ubaya adalah untuk memungkinkan Ubaya untuk lebih beradaptasi dalam menghadapi tantangan global, dilaksanakan dengan memberikan berbagai program studi yang lebih fleksibel, sehingga memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh gelar akademik yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

Secara khusus, implikasi SKS menawarkan berbagai keuntungan:

  • Memungkinkan siswa yang memiliki prestasi akademis yang luar biasa untuk menyelesaikan studi mereka secepatnya, sebelum masa studi normal mahasiswa
  • Memungkinkan siswa untuk memilih dan mengambil kursus yang sesuai dengan kepentingan diri mereka, bakat, dan kemampuan
  • Memastikan sistem pendidikan menggunakan input dan output dapat dilaksanakan dengan baik
  • Memfasilitasi dan memperlancar proses pengembangan kurikulum bertujuan untuk menjamin bahwa kurikulum selalu beradaptasi dengan perkembangan pesat teknologi dan ilmu pengetahuan
  • Memastikan sistem studi evaluasi bagi siswa dapat dilakukan dengan baik
  • Memungkinkan transfer kredit / mutasi siswa dari satu program studi ke program studi di lingkungan universitas
  • Memungkinkan dengan mudah transfer mahasiswa dari Perguruan Tinggi lainnya untuk Ubaya dan sebaliknya


2. Sistem Kredit Semester
Setiap subjek dalam sistem kredit semester dinilai oleh unit credit. Jumlah unit kredit untuk setiap subyek ditentukan berdasarkan jumlah usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mengambil bentuk dalam program perkuliahan, kerja laboratorium, kerja praktek, dan tugas lainnya.

Penentuan beban unit dan satu (1) SKS dijelaskan sebagai berikut:
2.1 Kuliah
Nilai satu 1 SKS ditentukan berdasarkan beban dari 3 jenis kegiatan per minggu selama 1 semester, yaitu:

  • Lima puluh (50) menit kegiatan tatap muka terjadwal dengan dosen, misalnya dalam bentuk kuliah
  • Enam puluh (60) menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan belajar yang terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya pemecahan masalah, kegiatan tutorial, dll
  • Enam puluh (60) menit kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri untuk mengeksplorasi, mempersiapkan atau tujuan lain dari suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi.


2.2 Laboratorium
Nilai 1 SKS setara dengan beban tugas di laboratorium selama 2-5 jam per minggu selama 1 semester.

2.3 Magang
Magang terdiri dari lapangan / magang di industri / perusahaan / lembaga laboratorium / departemen.

Pada prinsipnya, magang harus dilakukan dalam waktu 1 semester. Namun, seperti industri / perusahaan / institusi mungkin tidak dapat menyediakan fasilitas yang mirip dengan kondisi kampus, maka perlu bahwa setiap Kepala Dinas menentukan batas "waktu minimal".

2.4 Penelitian, Skripsi, dan Tugas Akhir
Nilai 1 SKS setara dengan beban tugas selama 3-4 jam untuk 1 bulan, dan 1 bulan setara dengan 25 hari kerja.

3. Beban Studi dalam Satu Semester
Jumlah beban studi mahasiswa dalam 1 semester adalah ditentukan berdasarkan rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Karena 1 SKS setara dengan 3 jam kerja, beban studi siswa umumnya antara 14 dan 24 SKS, tergantung pada kemampuan individu yang tercermin pada hasil penelitian sebelumnya. Khusus untuk semester 1, beban studi ditentukan oleh masing-masing Fakultas dan Politeknik Ubaya.

4. Grade Point Average (GPA) (Indeks Prestasi - IP)
Dalam SKS ada 2 jenis nilai rata-rata, yaitu IPK Semester (IP Semester - IPS) dan IPK Kumulatif (IP Kumulatif - IPK). IPS adalah ukuran dari prestasi mahasiswa pada semester, sedangkan IPK adalah ukuran dari prestasi siswa yang diukur dari semester pertama sampai terbaru. Jumlah IPS dan IPK diukur sebagai berikut:

IPS =  (Ksi x Ni) /  Ksi
IPK =  (Kki x Ni) /  Kki

"Ksi" adalah SKS dari subjek yang diambil dalam semester, "KKI" adalah SKS mata pelajaran yang diambil dari semester pertama sampai terbaru. "Ni" nilai setiap subyek.

Selain IPS dan IPK, di Ubaya ada juga IPKm sebagai ukuran siswa prestasi yang diukur dari semester pertama sampai terbaru tanpa menghitung grade 'E'. IPKm digunakan untuk menerbitkan transkrip akademis dan menentukan evaluasi belajar.

IPKm diukur sebagai berikut:


IPKm =  Σ(Kkim x Ni) / Σ Kkim

Kkim adalah SKS mata pelajaran yang diambil dari semester pertama sampai terbaru tanpa mata pelajaran dengan nilai "E".
 

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/8004/Siklus-Kegiatan-Akademik.html