“Apakah RRC dapat memberikan segala yang kalian perlukan? Ada kesalahpahaman dalam penafsiran kebijakan One Belt One Road(OBOR) mereka,” tutur akademisi National Cheng Kung University Taiwan Prof. Soong Jenn Jaw di Auditorium Pascasarjana FBE Senin malam, 10 September 2018. Kehadiran guru besar di bidang politik ekonomi tersebut dalam seminar bertajuk “The Political Economy of One Belt and One Road Initiative Implementation between China and ASEAN: Opportunities or Challenges?” bertujuan untuk membuat masyarakat Indonesia menanggapi kebijakan RRC(Republik Rakyat China) ini secara kritis.

“OBOR bukanlah kebijakan rasional. Rel kereta api dibangun melewati daerah sepi penduduk di Asia Tengah dan Rusia. Biaya membangun infrastruktur seperti itu terlalu besar,” jelas beliau. Menurut beliau lagi, alasan dikeluarkannya kebijakan OBOR sarat nuansa politis internal RRC di mana ekonomi Negeri Bambu tersebut sudah kelebihan produksi sehingga memerlukan pasar baru, salah satunya termasuk ASEAN.

Laut China Selatan sebagai salah satu rute OBOR berperan vital karena merupakan jalur bagi kapal-kapal RRC menuju salah satu jalur laut tersibuk di dunia, Selat Malaka, sehingga menggandeng negara-negara ASEAN menjadi penting.Namun tidak dapat dipungkiri bahwa OBOR juga berdampak positif terkait kerja sama internasional, terutama antar sesama negara berkembang. Agar tidak kalah dengan RRC Prof Soong berpesan, “Penting untuk mengenal kawasan Asia Tenggara. Kurikulum pendidikan di Thailand sudah memasukkan materi tentang budaya negara-negara ASEAN.”

“Sudah setahun setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN diterapkan. Kita perlu mengkaji bagaimana OBOR berdampak pada ASEAN. Semoga kuliah ini bermanfaat bagi kita semua,” tutur Suyanto.Acara yang merupakan kolaborasi antara Fakultas Bisnis dan Ekonomika serta Fakultas Teknik Ubaya ini ditutup dengan pemberian plakat Ubaya oleh Dekan FBE Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D kepada Prof. Soong. “Sungguh sebuah kehormatan berada di sini. Ini juga kali pertama saya berada di Surabaya,” komentar beliau. (brm)