SURABAYA – Chef Diana Chan mempertontonkan keterampilan memasak di depan pelajar dan mahasiswa Ubaya kemarin (25/1). Selain menu masakan yang sehat, juru masak asal Malaysia itu menampilkan teknik molekuler gastronomi. Inovasi pangan.

Diana adalah pemenang Master chef Australia 2017. Di undang hadir dalam peluncuran Program Studi Kekhususan Bio nutrisi dan Inovasi Pangan Ubaya, dia terlihat begitu gesit. Mengolah canapes (makanan pembuka) kaya serat dengan teknik molekuler gastronomi dalam kuliner.

”Molekuler gastronomi adalah teknik sains yang digunakan dalam mengolah pangan,” kata Diana. Chef berusia 29 tahun itu mengaku mempelajari sendiri
teknik tersebut dan menerapkannya dalam menjalankan profesi sebagai chef.

Menurut Diana, teknik molekuler gastronomi sudah berkembang di dunia pangan. Banyak koki yang kini berinovasi dengan teknik tersebut. Namun, itu harus dipelajari. ”Teknik memasak ini bisa lebih instan dan menarik,” ujarnya.

Ketua Umum Panitia Peluncuran Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Ubaya Ruth Chrisnasari mengatakan, inovasi pangan merupakan kebutuhan
mutlak setiap manusia. Tidak hanya mengenyangkan dan menyehatkan, makanan juga mengikuti tren gaya hidup. (ayu/c6/roz)

Jawa Pos, 26 Jan 2018