SURABAYA – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengunjungi Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin (14/12). Tujuannya, melihat lebih dekat penerapan standardisasi di Ubaya. Apalagi, Ubaya adalah kampus penerima Standar Nasional Indonesia (SNI) Award berturut-turut pada 2014–2017.
 
Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Humas BSN Budi Rahardjo menyatakan, standardisasi sangat penting untuk meningkatkan daya saing bangsa. Karena itu, lembaga perlu menerapkan standardisasi. "Termasuk perguruan tinggi, kami dorong,” katanya.
 
Standardisasi meliputi seluruh aspek. Mulai pelayanan, manajemen, kompetensi, hingga mutu dosen. Menurut Budi, kesadaran untuk menuju standardisasi makin tumbuh. Kampus-kampus berlomba menunjukkan kualitasnya.
 
Dia melanjutkan, poin penting dalam lembaga pendidikan berkaitan dengan input, proses, dan output. Awalnya, kualitas input atau para mahasiswa baru belum tentu baik. Namun, proses yang baik tentu menghasilkan output yang baik. ”Jadi, prosesnya harus baik. Dosennya juga harus baik,” terangnya.
 
SNI diterapkan dengan merujuk ketentuan yang berlaku secara internasional, meski tetap ada hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal. Karena itu, dengan menerapkan SNI, dia yakin Indonesia bisa menjadi negara maju. ”Kesadaran diri (untuk menjadi lebih baik) terus tumbuh,” ujarnya.
 
Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung menuturkan, berbagai perbaikan terus dilakukan. Jika ada yang belum memenuhi kriteria yang diharapkan pemerintah, pihaknya bakal melakukan evaluasi. (puj/c18/nda)
 
Jawa Pos, 15 Des 2017
Copyright
© 2018 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/2126/BSN-Dorong-Kampus-Urus-SNI.html