SURABAYA – Baby shark, doo doo doo doo doo... Baby shark! Lagu Baby Shark terdengar berulang-ulang di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya kemarin (8/12). Sebanyak 18 kelompok dari playgroup dan TK se-Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Baby Shark Dance Contest yang merupakan bagian dari Tangkis Fest Bersama Antangin JRG.

Anak-anak begitu bersemangat membawakan tarian yang viral lewat YouTube tersebut. Para mama mendandani mereka dengan sangat kreatif. Ada yang mengenakan rok tutu, topi dan ekor ikan hiu, serta aksesori dari bungkus Antangin JRG. Pengunjung mal pun tak bisa menahan gelak tawa melihat aksi mereka yang menggemaskan.

”Lucu banget. Ada yang malu-malu sama bingung,” kata Lily Winanto, salah seorang pengunjung. Tim Shark Girl Team dari Playgroup St Mary Wiyung tampil dengan kostum balerina pink yang superimut. Sementara itu, tim TK Great Crystal School membawakan lagu Baby Shark dalam bahasa Mandarin dan Inggris sekaligus.

Penampilan unik juga disuguhkan tim Japanese Baby Shark dari TK Al-Azhar 51 Sidoarjo yang berdandan ala boneka Jepang. Lengkap dengan yukata mungil dan riasan lucu. Tim yang beranggota lima anak tersebut menjadi juara. ”Ini dandaninnya dua jam, mulai pukul 9–11,” tutur Cynthia Sekar Wedari, bunda salah seorang anggota tim.

Penjurian dilakukan tim Jawa Pos dan Antangin JRG. Tantri Dwilestari, perwakilan tim promosi Antangin JRG, menyatakan bahwa penilaian cukup sulit. Menurut dia, semua tim tampil lucu. ”Inti penilaiannya lebih ke seberapa pede peserta dan kekompakan tarian,” ungkapnya.

Pengunjung cilik bisa menikmati Tangkis Fest. Salah satunya lewat basketball clinic dari DBL Academy. Hasan Fuadi, salah seorang coach, menjelaskan dasar-dasar basket. ”Pertama harus pakai sepatu dan baju khusus basket. Selain itu, kita harus paham dan mematuhi peraturan basket,” ujar Fuad, sapaan akrab Hasan Fuadi.

Sebelum asyik berjoget Baby Shark, Tangkis Fest hari pertama kemarin dibikin seru oleh talk show dengan para bunda dari Bhayangkari Surabaya. Mengangkat tema Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak, acara tersebut menghadirkan tiga narasumber.

Yakni, psikolog Nurlita Endah Karunia SPsi MPsi, dr Nur Flora Nita T.B. Sinaga MKes SpOT MH dari Universitas Surabaya, dan Ely Tomi Subari, anggota Bhayangkari yang juga polwan. Dia aktif di bidang perlindungan perempuan dan anak (PPA).

”Tangkis ini keren. Ini jadi bentuk upaya kita untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari kejahatan seksual, bullying, dan pengaruh buruk internet,” tutur Ketua Bhayangkari Surabaya Diana Rudi Setiawan. Hari ini Tangkis Fest makin seru. Ada final Kompetisi Dokter Cilik dan performa Zara Leola! Siapa mau nonton? (fam/dm/c16/na)

Jawa Pos, 09 Des 2017

Copyright
© 2018 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/2119/Baby-Shark-Superimut.html