Gedung PF lt. 6 Universitas Surabaya pada Selasa, 21 November lalu kedatangan Kang Maman, notulen ILK dan penulis buku yang terkenal dengan karyanya yang bertajuk “Re”dan “Perempuan”, serta Andreas Sanjaya yang merupakan CEO iGrow, sebuah startup dalam bidang pertanian. Keduanya membagikan pengalaman hidupnya dan bagaimana mereka dapat menemukan passion-nya dalam acara Gramedia Back To Campus, sebuah rangkaian perhelatan yang dibesut oleh Gramedia.

Clairine, salah satu panitia menyatakan bahwa acara ini dilakukan Gramedia di berbagai kampus, salah satunya adalah Ubaya. “Gramedia ingin menjadi agen perubahan dan memberikan inspirasi dan transformasi bagi anak muda, terutama mahasiswa melalui membaca buku”. Passion merupakan salah satu topic yang sangat dekat dengan mahasiswa. Banyak generasi milenial yang terkadang masih kesulitan menentukan apa yang menjadi passion mereka dalam hidup dan bagaimana bisa menemukannya.

Kang Maman dan Andreas Sanjaya memberikan jawaban atas pertanyaan itu dalam sesi talkshow yang dimulai pukul 13.00. Saat ditanya apa passionnya, dengan mantap Kang Maman menjawab menulis. “Passion tidak boleh berhenti. Sumber passion saya adalah ibu, yang menyebabkan passion dalam diri saya tidak pernah mati. Apapun kemasan seseorang, jika passion tidak mati maka cita-cita pasti tercapai”, terang Beliau. Berbeda dengan Andreas Sanjaya yang memiliki passion di bidang teknologi. “Passion saya adalah menciptakan produk yang membawa kebaikan di bidang teknologi. Saya masuk ke dunia pertanian karena saya memperhatikan bahwa pertanian adalah dunia yang sangat strategis di Indonesia. Nah, ada dua masalah yakni pemodalan dan penjualan. Itulah yang menjadi basis dari iGrow”, terangnya saat ditanya asal usulnya, mengapa seseorang yang concern dalam teknologi bisa terjun ke pertanian. Selain antusiasme peserta untuk sesi talkshow, Gramedia juga menghelat outdoor activity dan exhibition di pagi harinya, mulai pukul 09.00-12.00 yang diisi oleh pameran dan penjualan buku serta games outdoor. (liv)