National Legal Opinion Competitionkedua kembali hadir mengisi Ubaya Law Fair 2017 dari tanggal 10 hingga 12 November. Dalam lomba yang kali ini bertajuk Pandangan Generasi Muda terhadap Penyelesaian Problematika Hukum, mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia harus menjelaskan posisi mereka atas suatu kasus yang telah dipersiapkan oleh panitia.

“Kasus yang diberikan berlingkup perusahaan sehingga menggunakan hukum perdata,” tutur koordinator acara legal opinionUbaya Law Fair 2017 Yesica Hana Lourensia. Pemilihan kasus perdata memang sejalan dengan fokus pengajaran ilmu hukum di FH Ubaya yang bercondong ke hukum bisnis.

Enam dari 15 tim yang lolos ke babak berikutnya kemudian diberikan kasus baru yang harus mempresentasikan dan memberikan solusi di hadapan juri. Juri diantaranya advokat Adam Pramana Putra, S.H., M.Kn., dosen FH Ubaya Dr. Elly Hernawati, S.H., M.Hum., dan notaris Lidya Novitasari, S.H., M.Kn. Nilai-nilai yang diberikan para juri lalu ditabulasi untuk menentukan tiga orang pemenang serta seorang Best Memountuk peserta dengan memo terbaik pada kasus pertama yang semuanya diumumkan pada 12 November 2017.

Ubaya Law Fair merupakan acara tahunan terbesar FH Ubaya yang diadakan secara independen oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FH Ubaya bekerja sama dengan empat kelompok studi mahasiswa di mana peran para dosen dalam acara ini minimal dan hanya sebagai pembimbing. (re1)