Pada 7 September 2017 lalu, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya menerima kunjungan dari Rektor Universitas Dili (Undil), Estévão da Costa Belo, yang hari itu hadir bersama Arif Abdullah Sagran selaku Direktur Hubungan Luar Negeri Universitas Dili dan Agapito Fatima Martins selaku Dekan Fakultas Teknik Undil. “Kunjungan ini adalah kunjungan persahabatan. Ini adalah pertama kali kami ke Ubaya”, jelas Arif. Pihak Undil disambut langsung oleh Dr. Yie Ke Feliana, S.E.,M.Com,Ak,CPA,CFP,CA selaku Wakil Rektor II, Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., selaku Dekan FBE, dan Dr. Deddy Marciano, M.M., selakuWakil Dekan FBE.

Kunjungan yang dilaksanakan di Ruang Rapat FBE ini juga menjadi sarana untuk sharing, baik dari Ubaya maupun Undil. Sama halnya dengan Ubaya, Undil pun juga memiliki Fakultas FBE dan Teknik sehingga kesempatan hari itu Suyanto pun menambahkan, “Kami juga kerap ada international conference, barangkali dikesempatan yang akan datang Undil dapat berpartisipasi sebagai co-host,” yang disambut Undil dengan antusias. Setelah berbagi, tak lupa pihak Undil diajak untuk melihat sarana dan prasarana Ubaya.

Arif menyatakan, awal inisiatif kunjungan bermula ketika beliau bertemu dengan Suyanto dalam sebuah kesempatan di Jogja beberapa bulan lalu. “Dari sana, saya tertarik dengan Ubaya. Kemudian, saya laporkan dan usulkan ke pihak Universitas Dili untuk melakukan kunjungan, dan disambut baik sehingga hari ini, kami dapat berkunjung ke Ubaya,” terang Arif. Kendati merupakan kunjungan persahabatan, Arif menyatakan besar kemungkinan dan harapan Undil untuk dapat kembali berkunjung ke Ubaya untuk membicarakan kerjasama secara teknis.

Undil sendiri telah melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia, dan saat ini memang Undil sedang berfokus pada peningkatan mutu. “Harapan kami setelah ini, akan terbuka pintu kerjasama dengan Ubaya dalam hal pertukaran mahasiswa, keterlibatan dosen Ubaya sebagai guru besar di Undil, dan yang sedang kami usahakan saat ini adalah peningkatan akreditasi,” terang Arif. Beliau juga berharap ke depannya dapat membuka program pascasarjana dan dapat menjalin kerjasama dengan Ubaya. “Sangat menarik bagaimana sebuah universitas dapat begitu besar dan maju seperti Ubaya. Kami ingin mengambil contoh-contoh yang bisa kami adopsi di Timor Leste, baik program maupun sistem. Ubaya meninggalkan kesan yang luar biasa,” tutup Arif. (liv)