Hari Kemerdekaan Indonesia memang sudah lewat, namun hal ini tidak menutup semangat anak-anak dan orang tua dari Sanggar Kreatifitas Ubaya untuk tetap merayakannya. Pada 25 Agustus 2017, para staff pengajar beserta dengan anak-anak dan orang tua mereka, merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus Ulang Tahun Sanggar Kreatifitas yang ke-24.

“Acara ini memang rutin kami adakan setiap tahunnya. Jadi karena harinya berdekatan, kami jadikan satu perayaannya,” ucap Priliana Merdika Inriani, selaku ketua panitia acara ini. Dimulai pada pukul 08.30 WIB, sedari pagi orang tua dan anaknya sudah mulai meramaikan Lapangan Voli Ubaya Tenggilis, dengan membawa sepeda hias.

Kemeriahan pun makin terasa saat orang tua dan anaknya pun juga menggunakan dresscode tantara, dan profesi. Saking niatnya, beberapa orang tua menambahkan aksesoris seperti bambu runcing maupun pistol mainan. “Dulu perjuang-perjuang kita kan sudah berjuang sampai merdeka, jadi supaya anak-anak disini itu bisa lebih tahu pejuang-pejuang itu perjuangannya seperti apa, mereka disuru memakai baju tentara,” ucap Priliana.

Dibuka dengan opening oleh MC dan doa, sambutan pun tidak lepas dari acara ini. Sambutan oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Psikologi Ubaya, Dra. Srisiuni Sugoto, M.Si., Ph.D., lebih membicarakan tentang quality time orang tua dan anaknya, serta kualitas dari quality time itu sendiri. Setelah sambutan, acara pun dilanjutkan dengan tiup lilin.

Sepeda-sepeda yang diparkir di Lapangan Voli pun dinaiki selanjutnya. Anak-anak dengan pengawasan orang tuanya, melakukan karnaval sepeda hias, dari Lapangan Voli, menuju jalan samping Lapangan Sepakbola, sampai didepan Fakultas Hukum, lalu berputar balik kembali ke Lapangan Voli. Perayaan ulang tahun sangat identik dengan lomba, dalam acara ini pun terdapat beberapa lomba yang dimainkan oleh anak dan orang tua, seperti lomba pindah bendera, kaki gajah, memindahkan air dengan spons, dan menyendok bola. Lomba-lomba ini pun ditutup dengan lomba makan kerupuk oleh orang tua, dan naik odong-odong yang sudah disiapkan.

Dipenghujung acara, diumumkan 10 sepeda hias terbaik, dan 10 kostum terbaik. “Harapannya, supaya anak-anak dengan dukungan dari orang tuanya bisa lebih mencintai Indonesia. Serta hubungan antara anak dan orang tua juga bisa makin dekat,” ucap ketua panitia. (evd)