SURYA.co.id | SURABAYA -  Meski suka balet sejak kecil, namun Melisa Sugianto SSi ARAD mengaku baru ‘jatuh cinta’ pada tari modern ini sekitar lima tahun belakangan.

Menurut Melisa, kerapnya dia tampil di pentas balet membuat rasa bangga mulai tumbuh.

“Dulu kan sekadar suka, belum terlalu fokus seperti sekarang,” ujar Melisa di tengah kesibukannya mempersiapkan diri untuk pementasan balet bertajuk ‘Shrek’ yang ditampilkan di Gedung Cak Durasim, Jumat (28/7/2017) malam.

Di masa kecil, lanjut Melisa, orangtuanya memberi dia kesempatan ikut les bermacam kegiatan. Karena banyaknya kegiatan yang dia ikuti, membuat bungsu dari dua bersaudara ini tidak fokus.

Berkat dukungan kedua orangtuanya, akhirnya Melisa makin menyukai tari modern tersebut. “Apalagi kalau pas pentas, ada papa ikutan nonton, tentu senang sekali,” cetusnya.

Walau sudah ‘jatuh cinta’ pada balet, Melisa tak menepis dirinya sempat merasakan rasa jenuh. Ketika rasa itu timbul, gadis asal Semarang ini nyaris memutuskan berhenti menggeluti balet.

“Saat paling berat adalah ketika mencoba bertahan untuk lulus. Saya bersyukur bisa melewati masa-masa sulit itu, dan bisa bertahan hingga sekarang,” kata sarjana S1 Tekno Biologi dari Universitas Surabaya (Ubaya) ini.

Untuk mengalihkan rasa jenuh itu pula, Melisa mencoba menyalurkan ketrampilan membuat boneka wisuda. Dari sekadar iseng, sekarang Melisa malah kebanjiran permintaan untuk membuat baju-baju boneka dengan tema wisuda.

“Saya buat pernik-perniknya persis seperti toga di perguruan tinggi sang pemesan,” ungkap Melisa.

Karena detil yang dia berikan itu pula, harga boneka wisuda buatannya tergolong cukup mahal, kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Harga tergantung harga bonekanya juga. Beda ukuran boneka atau beda bahan boneka kan berbeda harganya,” paparnya.

Bagi Melisa, dirinya lebih suka membuat baju toga untuk boneka ketimbang merancang busana untuk orang.

“Saya nggak suka bikin baju untuk orang lain. Lebih ribet kalau menghadapi komplain,” imbuhnya.

Jika sang pemesan busana tidak cocok dengan rancangannya, Melisa terpaksa merombak dan membuatnya dari awal.

“Lebih rewel, makanya saya lebih suka bikin baju boneka wisuda saja,” tuturnya.

http://surabaya.tribunnews.com