Fakultas Farmasi Ubaya bekerjasama dengan PT. Abadi Nusa, Ikatan Apoteker Indonesia, dan PT. Dharma Karya Makmur Sentosa menyelenggarakan Workshop Kendali Mutu Herbal yang diadakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Surabaya pada 8 Juli 2017. Acara ini dihadiri tidak kurang dari 40 peserta keprofesian farmasi yang berasal dari berbagai konsentrasi. Kegiatan dilanjutkan dengan praktikum di Laboratorium Penelitian untuk mengaplikasikan analisis fingerprint dengan Densitometer serta Image J®.

Pukul 08.00 tepat, dibuka dengan salam hangat oleh Dekan Fakultas Farmasi Ubaya, Dr. Dra. R. R. Christina Avanti M. Si., Apt. dan Ketua Acara Kartini S. Si, M. Si, Apt., Ph.D yang sekaligus sebagai Direktur Pusat Informasi dan Pengembangan Obat Tradisional Universitas Surabaya (PIPOT UBAYA). Dalam sambutannya, Kartini menuturkan,  "Obat herbal saat ini belum banyak diminati, sehingga bagaimana kita bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap obat herbal, serta dapat diterima oleh kalangan medis melalui pengujian mutu kualitas bahan obat herbal".

Berawal dari materi pengenalan DNA dan kandungan senyawa dalam simplisia yang dilanjutkan dengan Quality Control menggunakan Teknologi Nano partikel. Dalam workshop ini pula disampaikan bahwa kontrol kualitas bahan baku obat herbal dapat digunakan menggunakan teknologi TLC Fingerprint-Chemometrics. Dr. Oeke Yunita S.Si., M.Si., Apt., Prof. Yashwant Pathak, M.S., Ph.D., dan Kartini S. Si, M. Si, Apt., Ph.D didaulat menjadi pembicara yang tebagi dalam 3 sesi tersendiri.

Praktek laboratorium, peserta dibimbing untuk meneteskan sampel yang telah disiapkan. Setelah sampel dalam kondisi jenuh, dalam campuran bahan kimia pengamatan dapat dilakukan dengan melihat hasil kromatografinya serta mengetahui proses analisis OH (Obat Herbal) dengan nano teknologi, agar sediaan modern seperti suspensi dapat diterapkan dalam Obat Herbal Tradisional.

"Dalam acara ini, Ubaya bersama PIPOT membuka peluang kepada seluruh peserta untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan obat herbal", jelas Kartini. Selain mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang berpartisipasi, Kartini pun berharap Ubaya dapat dapat banyak memberikan informasi mengenai obat herbal serta pengembangannya. (aza)