Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different result” (Albert Einstein). Kita tidak dapat mengharapkan hasil yang berbeda tanpa melakukan suatu perubahan. Sabtu, 8 Juli 2017, Leadership Club(LC) 9th GenerationPascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika kembali menyelenggarakan sebuah seminar & workshop berjudul “Expressing Your Ideas on a Piece of Paper” dengan tema “Be an A3 Thinker”. Dalam seminar ini dibagikan sebuah metode problem solvingyang disebut dengan A3 yang digunakan oleh jajaran grup Phillip Moris International, termasuk salah satunya PT. HM Sampoerna Tbk. Seminar ini dihadiri oleh 3 orang perwakilan dari Sampoerna yaitu Bapak Darwin Rachmat Tanzil (Recruitment Executive, Talent Acquisition), Bapak Mulia Rahardian Parlindungan (Operation Training Manager), dan Ibu Paula Lieoni Arnoldina (Open Engineer, Open & Operation Training). Seminar yang diketuai oleh Jessica Herdjiono ini dihadiri pula oleh Ketua Program Studi Magister Manajemen Dr. Putu Anom Mahadwartha S.E., M.M. dan hadir pula wakil dekan FBE Dr. Deddy Marciano, S.E., M.M. yang turut serta berpartisipasi sebagai peserta workshop.

Pemaparan dalam seminar ini dibuka dengan company profilesingkat PT. HM Sampoerna yang dibawakan oleh Bapak Darwin dengan sangat menarik. Selanjutnya materi seminar disampaikan oleh Bapak Mulia yang memaparkan metode problem solvingA3 dengan lengkap dan jelas. A3 sendiri merupakan metode penyelesaian masalah yang bersifat struktural. Masalah diidentifikasi sampai ke akar dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah secara permanen (solving the problem), bukan hanya mengatasi akibat yang timbul yang bersifat sementara (fixing the problem). Penyelesaian masalah dengan metode A3 ini terdiri dari 8 bagian yaitu penentuan title/problem statement, background, current conditions, goals/targets, analysis, proposed countermeasure, action plan, dan follow up.

  • Titleberisikan pernyatan masalah yang ingin diselesaikan

  • Backgrounddisampaikan secara singkat namun mengena yang diibaratkan oleh Pak Mulia seperti elevator speech.

  • Current conditionsmenggambarkan kondisi saat ini dan masalah/kerugian yang dihadapi. Dalam Goals, tahap penetapan tujuan tentunya harus SMART – Specific, Measurable, Agreed, Realistic, Time-bound.

  • Analysismerupakan tahap analisa masalah hingga ke akarnya yang bertujuan untuk memahami permasalahan yang terjadi secara komprehensif.

  • Proposedcountermeasuremerupakan tahap brainstormingsolusi-solusi kreatif untuk mengatasi masalah dan pengukuran keefektifan solusi-solusi yang tersebut.

  • Selanjutnya pada tahap planditentukan solusi mana saja yang akan dijalankan dan detail siapa yang bertanggung jawab dan kapan diimplementasikan.

  • Dan pada akhirnya ditentukan aktivitas follow upuntuk memastikan bahwa solusi yang telah direncanakan tersebut dijalankan dengan baik dan proses problem solvingberhasil.

Selanjutnya di dalam sesi workshoppeserta diberikan studi kasus dan mempraktikkan langsung metode A3 ini. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan pada akhir acara masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan A3 yang telah dibuat. Bersama dengan Bapak Mulia dan Ibu Paula, workshopini berlangsung seru dan menyenangkan. Seorang peserta seminar dan workshopbernama Susan Sugiarto mengemukakan bahwa acara ini bagus dan sangat informatif dimana peserta mendapat pengetahuan mengenai cara pemecahan masalah secara terstruktur. Terima kasih Bapak Mulia dan Ibu Paula untuk sharing dan waktunya. Semoga semakin sukses ke depannya. Let’s be an A3 Thinker!

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/2023/Seminar---Workshop---Expressing-Your-Ideas-On-A-Piece-Of-Paper----Be-An-A3-Thinker-.html