Surabaya (beritajatim.com) - Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) memperingati hari buah sedunia yang diperingati per tanggal 1 Juli, dengan cara pawai mengenakan busana berbentuk buah-buahan asli Indonesia. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk gemar mengonsumsi buah.

Dengan membawa poster himbauan bertuliskan "diet? fruits will help you, eat smart-eat fruit, sempurnakan harimu dengan buah, a healthiers you is a happier you, buah pangkal sehat". Mereka berjalan di sepanjang Jalan Raya Darmo untuk menyapa para pengguna Car Free Day di Jalan Juwono, Darmo, Surabaya, Minggu (2/7/2017).

Ketua panitia peringatan hari buah sedunia , Brian Kurniawan Jaya menjelaskan melalui kostum buah ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat Surabaya agar gemar memakan buah asli Indonesia, seperti nanas Subang, nanas Batu, manggis (2 kostum), blimbing (2 kostum), durian Petruk, pepaya, mengkudu, nangka, delima, rambutan Binjai, salak Pondoh, dan jambu air.

“Tema desain busana buah-buahan lokal yang kami pilih juga karena belakangan Indonesia mulai banyak impor buah, padahal Indonesia punya banyak varietas buah yang tidak kalah enak," ujar Brian Kurniawan Jaya.

Ia mengungkapkan, 14 kostum bertemakan buah lokal Indonesia itu merupakan hasil karya dari para mahasiswa yang tergabung dalam Program Studi Desain dan Manajemen Produk (DMP) serta Program Kekhususan Desain Fashion dan Produk Lifestyle (DFPL).

"Kostum ini memadukan bahan berupa kain, kawat, plastik, spon eva, borci, kertas serta alat perekat. Satu kostum buah dibuat 4-5 mahasiswa selama 2 bulan," ungkapnya.

Dosen pembina Prayogo Widyastoto Waluyo, menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara lustrum Fakultas Industri Kreatif Ubaya yang bertemakan Creat in City. Sekaligus, tambahnya, untuk promosi atau ajakan para masyarakat agar hidup sehat dengan cara mengonsumsi buah asli Indonesia.

"Kostum-kostum ini merupakan hasil dari mata kuliah Rupa Dasar 2 dan mata kuliah Kreativitas. Jadi kami juga ingin berperan aktif di bidang industri kreatif di masyarakat dan turut melakukan promosi mengonsumsi buah-buahan," tambah Prayogo. [air/ito]


Parade Kostum Buah-buahan

SURABAYA – Penampilan mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) di Taman Bungkul menarik perhatian warga kemarin (2/7). Sepanjang rute car free day (CFD), tak sedikit warga yang mengabadikan momen itu dengan ponsel. Sebagian warga juga berfoto bersama mahasiswa yang berpawai dengan kostum karnaval.

Mahasiswa yang berasal dari prodi desain dan manajemen produk (DMP) serta program kekhususan desain fashion dan produk lifestyle (DFPL) melakukan pawai untuk memperingati Hari Buah Sedunia yang jatuh pada 1 Juli. Mereka menampilkan 14 kostum bertema buah. Ada rambutan, jambu, pepaya, belimbing, durian, nangka, manggis, salak, dan nanas.

Mereka juga mengampanyekan gerakan gemar makan buah. Sepanjang jalan, me reka membagikan selebaran kepada ma sya rakat. Kemudian menginformasikan kan dungan baik dalam buah bagi masyarakat. ”Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya makan buah,” tutur Brian Kurniawan Jaya selaku ketua panitia acara itu saat mendampingi pawai kemarin.

Proses persiapan kegiatan tersebut dirancang sejak dua bulan lalu. Tepatnya setelah ujian tengah semester (UTS). Dosen pengampu mata kuliah rupa dasar di DFPL dan kreativitas di DMP menugasi mahasiswanya untuk membuat kostum buah.

Satu kelompok berisi 4–5 mahasiswa. Setiap pertemuan, seluruh kelompok melaporkan hasil karya masing-masing melalui asistensi. Mulai desain awal hingga hasil jadi. Produk kostum buah itu masuk penilaian ujian akhir semester para mahasiswa semester II yang naik ke semester III tersebut.

Mereka juga menargetkan bisa tampil pada Hari Buah Sedunia. Jihan Ayu Fuji Astuti mengatakan, tugas membuat kostum tersebut penuh tantangan. Karya mahasiswa program kekhususan DFPL itu sempat ditolak dosen hingga lima kali.

Namun, dia dan ketiga temannya, yakni Nabila Anggraeni, Jessica, dan Aulia Afifah, tidak kehabisan ide. ”Kami ikuti saran dosen. Yang kurang terus diperbaiki,” ujarnya.

Karya kostum yang terinspirasi buah rambutan itu akhirnya jadi dalam waktu kurang dari satu bulan. Jihan dan kawan-kawan mengerjakannya sendiri mulai dari desain, pengecatan, hingga hasil akhir. Hasilnya jauh dari kata mengecewakan.

Bahkan, desain itu paling diminati masyarakat untuk diajak foto bersama di CFD Taman Bungkul. (ant/c11/jan)

Jawa Pos, 3 Juli 2017