Magister Sains Fakultas Psikologi Universitas Surabaya menggelar seminar bertemakan “Peran Psikolgi dalam Dunia Bisnis dan Pemasaran”, pada Sabtu, 10 Juni 2017. Dr. Drs. A. J. Tjahjoanggoro, M.Si. dan Ananta Yudiarso, S.Sos., M.Si. menjadi narasumber dalam seminar ini. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa S1 Fakultas Psikologi, mahasiswa S2 Psikologi dan juga terbuka untuk umum.

Seminar ini menjelaskan tentang psikologi yang memiliki pandangan berbeda dalam ekonomi bisnis. Dalam aspek bisnis dan pemasaran, psikologi lebih menekankan pada proses mental dan perilaku ekonomi yaitu saving, spending, consuming, dan disposal. Perbedaan ilmu psikologi dengan ilmu ekonomi dalam memandang bisnis ialah ilmu ekonomi memandang konsumen sebagai makhluk rasional, sedangkan psikologi sebagai makhluk emosional rasional.

Dalam sesi yang diberikan, Ananta memaparkan bahwa ilmu ekonomi menganggap bahwa harga harus rasional, sedangkan psikologi menganggap bahwa harga merupakan efek dari emosi yang dipersepsikan sehingga menjadi rasional. “Misalnya, seseorang yang menggunakan Mac Book. Dengan harga diatas 10 juta dan spesifikasi layar yang kecil, produk tersebut tetap ramai pembeli walaupun harganya yang dirasa kurang rasional, jika dihubungkan dengan resolusi layar yang kecil. Padahal, di merk lain, harga 10 juta sudah mendapatkan laptop dengan resolusi yang besar”, jelas Beliau. Hal itu menurut Ananta juga disebabkan karena seseorang tertarik dengan elegant nya simbol yang digunakan oleh produk, konsumen tidak lagi memandang rasionalitas.

Adapun peran psikologi dalam bisnis ada tiga level, yakni level proses bisnis individual, level proses bisnis organisasi, dan level sosial. Level proses bisnis individual berbicara mengenai cara untuk membentuk watak bisnisman. Level proses bisnis organisasi menjelaskan mengenai core values atau budaya organisasi. Pada level ini ditekankan bahwa keahlian individu dalam berbisnis, tidak lepas dari kemampuan individu dalam berorganisasi.
 
Secara umum, Psikologi dalam aspek bisnis lebih menjelaskan mengenai proses kreativitas dalam usaha penciptaan bsinis. Dalam hal pemasaran, psikologi lebih memanfaatkan “anggapan” konsumen terhadap produk. Inilah permainan startegi pemasaran produk dengan pendekatan ilmu psikologi. (azn)