Leadership Club(LC) 9th Generation Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya menghadirkan nuansa kuliah baru berbasis teknologi pada kuliah tamu online yang digelar pada hari Jumat, 9 Juni 2017 di ruang kelas PS 1.2. Margareta Putri dan Jessica Irma selaku panitia memilih tema “Health Economics”, dengan konsep video conference langsung bersama dr. Asri Maharani, MMRS, Ph.D, seorang dokter dan ahli manajemen rumah sakit dari University of Manchester.Kuliah juga dihadiri oleh Kepala Program Studi Magister Manajemen, Dr. Putu Anom Mahadwartha S.E., M.M. dan dosen Magister Manajemen, Aluisius Hery Pratono S.E., M.D.M.

dr. Asri menjelaskan penelitiannya mengenai bagaimana sistem mekanisme manajemen rumah sakit di Indonesia.Beliau menjelaskan rumah sakit merupakan sebuah sektor pelayanan dan dapat berupa Badan Layanan Umum (BLU). Ada 4 jenis organisasi RS, yaitu pemerintah, swasta, korporatisasi. BLU ini meniru rumah sakit swasta namun kepemilikannya dipegang oleh pemerintah serta privatisasi yakni rumah sakit umum berubah menjadi swasta. Sejaktahun 2004 telah berkembang korporatisasi rumah sakit umum. Beliau menjelaskan tujuan dari penelitiannya adalah untuk menginvestigasi dampak korporatisasi terhadap kinerja rumah sakit. Masa penelitian ini adalah dari bulan Mei hingga September 2013, objek penelitiannya adalah 54 rumah sakit umum di 38 kabupaten di Jawa Timur. Indikator yang digunakan antara lain Revenue/bed, untuk mengetahui pendapatan per tempat tidur (diperoleh dari pendapatan tahunan dibagi dengan total tempat tidur yang dimiliki rumah sakit), Expenditure/bed, untuk mengetahui pengeluaran per tempat tidur (dikehui dari pengeluaran tahunan dibagi dengan total tempat tidur yang dimiliki oleh rumah sakit), Revenue/expenditure(diperoleh dari membagi revenuedan expenditure), rata-rata lama rawat inap per pasien, dan proporsi kelas 3 dibanding semua kelas. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa korporatisasi berhasil meningkatkan pendapatan dan biaya rumah sakit, namun tidak berhasil meningkatkan efisiensi dan ekuitasnya.

Dalam sesi tanya jawab, beliau mengatakan bahwa sistem manajemen dan kualitas rumah sakit di Indonesia masih perlu dibenahi. Beliau memberikan gambaran manajemen rumah sakit di UK (United Kingdom). Di UK, tidak ada kelas 1, 2, dan 3. Semua biaya ditanggung oleh pemerintah (untuk RS pemerintah), artinya pasien tidak perlu membayar sepeser pun. Kalau rumah sakit swasta, biaya dibayarkan ketika tiap kali operasi. Kinerja tiap rumah sakit di-share-kan ke publik, sehingga masyarakat bisa tahu dan bisa saja menolak sebuah rumah sakit tertentu ketika masyarakat dirujuk ke rumah sakit tersebut yang kemudian memilih rujukan rumah sakit lainnya. Di UK, rumah sakit lebih melihat kebutuhan masyarakat, bukan keinginan untuk dilayani.

Ali Charis Sena, salah satu peserta kuliah mengatakan bahwa, kuliah online ini sangat menarik karena mahasiswa dapat mengetahui ilmu mengenai manajemen rumah sakit dan menyadari kedepannya perlu mekanisme manajemen yang baik.

Thank you doctor, thank you Manchester.