SURYA.co.id | SURABAYA - Tradisi membagikan makanna pembuka puasa atau takjil merupakan kegiatan yang banyak dijumpai saat bulan ramadan. Hal ini dikenalkan Universitas Surabaya pada mahasiswa asing dalam pembagian 1.000 takjil bersama dosen, karyawan, dan mahasiswa lokal pada pengendara yang melewati kawasan Kampus Ubaya Ngagel.

Maskot Ubaya juga melengkapi dengan membawa papan bertuliskan “Selamat Berbuka Puasa” dalam lima bahasa yaitu bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Mandarin dan Jawa.

Dua mahasiswa asing yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu Yu Ju Wang yang berasal dari Shih Chien University Taiwan dan Andrew Oliver Cumming dari Queeensland university Technology Australia yang mengikuti pertukaran pelajaran.

Serta Alejandro Comte, mahasiswa Fakultas Teknik Ubaya yang berasal dari Meksiko. Kedua mahasiswa asing ini tertarik untuk mengikuti pembagian takjil gratis karena di negara mereka tidak ada kegiatan khusus menjelang Ramadan.

“Saya belum pernah ikut acara seperti ini sebelumnya, saya ingin tahu seperti apa aktivitas yang dilakukan selama Ramadhan. Saya selalu ingin melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya,” jelas Yu Ju Wang yang akrab disapa Emily sambil memakai kain yang dipakai untuk hijab.

Amirul Ulum, koordinator acara bagi-bagi takjil mengungkapkan pemilihan bahasa Indonesia dipilih karena merupakan bahasa persatuan kita dan dapat mudah dipahami oleh semua orang yang lewat.

Sementara Bahasa Jawa dipilih karena merupakan bahasa yang dapat ditemui di banyak daerah bahkan di luar negri.

“Sedangkan bahasa Inggris dan Mandarin dipilih karena merupakan bahasa Internasional yang banyak dipelajari di Indonesia. Bahasa Arab dipilih karena merupakan salah satu bahasa tertua di dunia dan dalam konteks sejarah, bahasa Arab tidak bisa lepas dari penyebaran agama Islam,”jelasnya.

Paket takjil yang akan dibagikan berisi es dawet, kurma, snack dan air mineral. Terdapat 3 titik lokasi pembagian takjil, 2 titik terletak di pintu masuk dan keluar kampus Ubaya Ngagel, sedangkan 1 terletak di seberang Ubaya Ngagel.

“Karena akademisi kami multi eknis, multi agama dan multi budaya membuat kami mengadakan acara ini sebagai tempat mereka membaur. Ini bentuk multi toleransi kegiatan bersama umat beragama,” pungkasnya.

Surabaya.Tribunenews.com


Antusias, Kali Pertama Bagi-Bagi Takjil

SURABAYA – Momen berbagi takjil di depan Universitas Surabaya (Ubaya) kawasan Ngagel terasa istimewa kemarin (13/6). Sebab, selain mahasiswa lokal, pembagian takjil tersebut melibatkan para mahasiswa asing. Mereka adalah Alejandro Comte asal Meksiko, Andrew Oliver Cumming dari Australia, dan Yu Ju Wang dari Taiwan.

Sebanyak 1.000 takjil dibagikan kepada pengendara yang melintas di depan kampus. Dosen, karyawan, dan mahasiswa lain pun dilibatkan. Mereka juga membawa papan bertulisan ”Selamat Berbuka Puasa”.

Yang menarik, papan ucapan tersebut ditulis dalam lima bahasa. Selain bahasa Indonesia, ada bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin. Bahkan, Jawa. Bahasa Indonesia dipilih karena merupakan bahasa persatuan.

Apalagi, bahasa Indonesia mudah dipahami seluruh masya rakat. Adapun, bahasa Jawa merupakan bahasa yang ditemui di banyak daerah dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, bahasa Inggris dan Mandarin dipilih lantaran menjadi bahasa internasional yang banyak dipelajari dan digunakan. Bukan hanya para mahasiswa, tapi juga berbagai kalangan yang lain. Terakhir, bahasa Arab dipilih lantaran termasuk bahasa tertua di dunia. Dalam konteks sejarah, bahasa Arab juga tidak bisa lepas dari penyebaran Islam.

Kemarin Yu Ju Wang dan rekan-rekannya tampak antusias membagikan takjil. Bahkan, mereka sampai kewalahan membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas.

Yu Ju Wang atau biasa disapa Emily itu mengatakan baru kali pertama ikut bagi-bagi takjil. Dia pun antusias membagikan paket takjil yang berisi es dawet, kurma, snack, dan air mineral tersebut. ”Saya ingin tahu aktivitas yang dilakukan selama Ramadan, ini menarik,” katanya.

Yu Ju Wang, Alejandro Comte, dan Andrew Oliver Cumming merupakan mahasiswa yang sedang menempuh studi di Ubaya. Yu Ju Wang dan Andrew Oliver adalah mahasiswa pertukaran pelajar di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Alejandro Comte merupakan mahasiswa reguler di Ubaya.

Amirul Ulum, koordinator acara bagi-bagi takjil, mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu sarana untuk saling berbagi di bulan suci. Juga, menjadi media untuk bersilaturahmi dan saling mengenal antar sesama civitas academica Ubaya. ”Yang tidak kalah penting adalah bisa berinteraksi dengan masyarakat melalui momen berbagi takjil,” katanya. (puj/c7/git)

Sumber: Jawa Pos, 14 Juni 2017

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/2008/Ubaya-Ajak-Mahasiswa-Asing-Bagi-bagi-Takjil-Di-Kawasan-Kampus-Ngagel--Begini-Serunya.html