UNTUK menjawab persoalan sekaligus kebutuhan di bidang pangan/nutrisi dan logistik (supply chain), Universitas Surabaya (Ubaya) membuka tiga program baru. Yaitu, S-2 Teknik Industri Ubaya dengan konsentrasi logistics and supply chain engineering, S-1 Ke khususan Bio nutrisi dan Inovasi Pangan Ubaya, dan S-2 Bioteknologi Ubaya.

Tiga program tersebut membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018. "Kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang pangan/nutrisi sangat tinggi. Selain itu, perpindahan pangan serta penyimpanan harus efektif menjangkau wilayah yang tepat sesuai kebutuhan,” kata Rektor Ubaya Prof Ir Joniarto Parung MM BAT PhD.

Secara makro, menurut Prof Joniarto, Indonesia sangat kekurangan ahli logistik dan supply chain yang berakibat pada buruknya kinerja logistik. Contohnya, jarak 300 km antara Surabaya-Banyuwangi ditempuh dalam 7-8 jam. Sedangkan di Thailand, dengan infrastruktur jalan yang besar dan terhubung highway antar-kota, jarak yang sama bisa ditempuh 3-4 jam.

"Bagaimana kita bisa mendistribusikan produk segar seperti sayur-mayur untuk jarak jauh dengan kondisi itu? Bagaimana dengan luar Pulau Jawa yang belum berkembang infrastrukturnya?" ujar Prof Joniarto, yang juga guru besar di bidang logistik dan supply chain.

Prof Joniarto melihat, kebutuhan SDM di bidang logistik, distribusi, dan transportasi terus meningkat. "Program Magister Teknik Industri Ubaya dengan konsentrasi logistics & supply chain engineering (LSCE) ini bermaksud mengisi kesenjangan di atas dengan menyiapkan alumni yang berperan dalam perbaikan sistem logistik nasional yang berujung pada peningkatan nation competitiveness," ujarnya.

Program Magister
Bioteknologi

Fakultas Teknobiologi Ubaya yang memperoleh akreditasi A, sejak 2016 menyelenggarakan program magister bioteknologi. Program itu memberi peluang bagi lulusan S-1 di bidang biologi, kimia, pangan, gizi, dan bidang lain terkait untuk memperdalam bioteknologi.

Keunggulan dari program itu antara lain kurikulum seimbang antara teori dan praktik, tenaga pengajar doktor lulusan dalam dan luar negeri, kerja sama dengan universitas dalam/luar negeri dan industri, serta laboratorium yang lengkap. Lulusan disiapkan untuk memahami dan mampu melakukan desain serta pengembangan pemanfaatan mikroorganisme/tanaman/hewan.

Mencetak Ahli Pangan Kreatif

Untuk mendorong pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya alam Indonesia, pada tahun akademik 2017/2018 Fakultas Teknobiologi Ubaya mendirikan program S-1 kekhususan bionutrisi dan inovasi pangan. Program itu membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk proses perkuliahan yang dimulai pada Agustus 2017.

Program tersebut memanfaatkan ilmu bioteknologi dalam eksplorasi serta pembuatan pangan fungsional dan inovatif berbasis sumber daya alam Indonesia. Ragam produk pangan yang dihasilkan dari program itu antara lain produk-produk untuk pemenuhan kebutuhan khusus, misalnya, gluten free product bagi penyandang down-syndrome, autisme, dan gangguan autoimun.

Selain itu, menurut Dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya Dr Maria Goretti Marianti Purwanto, program tersebut mengembangkan inovasi pangan atau pangan kreatif. Dengan inovasi itu produk bisa dirancang agar tidak hanya memenuhi nilai nutrisi, namun juga memiliki keunikan bentuk, cita rasa, dan mengikuti tren kuliner.(xav)

Jawa Pos, 27 Mei 2017

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/2000/Ubaya-Buka-Tiga-Program-Baru.html