Surabaya (Antara Jatim) – Mahasiswa Bioteknologi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) Chriselda Catya Sudono membuat tepung dari limbah batang buah naga dan menjadikannya berbagai olahan makanan, seperti kue, puding dan susu.

"Selama ini pemanfaatan batang buah naga masih sangat minim, sebatas dimanfaatkan untuk pakan ternak sedangkan jumlah limbah batang buah naga tergolong melimpah," kata Chriselda saat ditemui di kampus Ubaya di Surabaya, Rabu.

Selain itu, kata dia, batang buah naga memiliki kandungan vitamin C, antioksidan, antimikroba dan serat yang tinggi. Namun tingginya kandungan air dari batang buah naga, membuat umur simpannya sangat pendek.

"Batang buah naga harus dipotong untuk bisa berbuah lagi. Dalam perkebunan buah naga, limbah batang buah naga bisa berton-ton, dan jarang sekali dimanfaatkan padahal batang buah naga juga memiliki banyak kandungan baik yang tidak kalah dengan buahnya," ujar mahasiswi asal Madiun ini.

Dia menjelaskan, cara mengolah batang buah naga menjadi tepung cukup mudah. Pertama, batang buah naga disayat tipis-tipis dan dikeringkan dalam oven selama satu hari dengan suhu 60 derajat celcius.

Ini dilakukan untuk membuang semua kandungan air yang ada dalam batang buah naga. Batang buah naga yang sudah kering kemudian diblender hingga halus menjadi tepung. Setelah diblender, tepung diayak untuk memisahkan tepung dari kotoran dan bagian yang kasar.

"Saya memanfaatkan seluruh bagian dari batang buah naga termasuk kulitnya untuk diolah menjadi tepung yang diharapkan dapat memiliki umur simpan lebih lama," kata mahasiswa semester VIII ini.

Dia mengungkapkan mendapat pasokan batang buah naga yang diambil dari sebuah perkebunan di daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dari 4 kilogram batang buah naga bisa menjadi 400 gram tepung. Tepung batang buah naga ini bisa digunakan sebagai campuran pembuatan produk makanan jadi, seperti kue, agar-agar, mi, yoghurt dan lain-lain.

Untuk membuat cookies, tepung batang buah naga bisa mensubstitusi tepung terigu hingga 25 persen dan memberikan rasa yang khas pada produk.

Dosen pembimbing Ardhia Deasy Rosita Dewi mengatakan Inovasi pangan ini sangat bagus karena menampilkan nilai fungsional dari limbah batang buah naga.

"Saya harap tepung batang naga ini dapat diproduksi dalam skala besar sehingga mengurangi permasalahan limbah khususnya batang buah naga dan diharapkan, penelitian ini bisa mendorong atau menginspirasi pemanfaatan limbah pertanian di Indonesia menjadi produk baru yang lebih memilki nilai baik dari segi nutrisi maupun ekonomi," kata Deasy.(*)

Editor: Masuki M. Astro

AntaraJatim.Com

 

Prihatin Limbah Batang Buah Naga, Disulap Jadi Tepung

suarasurabaya.net - Prihatin limbah batang buah Naga, mahasiswi Bioteknologi Ubaya, merubah batang buah Naga menjadi tepung. Memberi nilai tambah pada limbah batang buah Naga.

Chriselda Catya Sudono mahasiswi jurusan Bioteknologi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) memanfaatkan limbah batang buah Naga menjadi tepung batang buah Naga.

Itu terinspirasi pemanfaatan batang buah Naga selama ini masih sangat minim, sebatas dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sedangkan jumlah limbah batang buah Naga tergolong melimpah.

Pada penelitian sederhana yang mendahului, buah Naga ternyata memiliki kandungan bermanfaat diantaranya vitamin C, antioksidan, antimikroba dan serat yang tinggi.

Tingginya kandungan air dari batang buah Naga, membuat umur simpannya sangat pendek. Pengolahan limbah ini, bertujuan untuk memanfaatkan batang buah naga yang mudah busuk menjadi tepung sebagai campuran bahan dasar pembuatan produk pangan.

Berangkat dari penelitian ini Chriselda Catya Sudono mengolah batang buah Naga tersebut agar dapat dimafaatkan lebih maksimal.

"Batang buah Naga dipotong untuk bisa berbuah lagi. Dalam perkebunan buah Naga, limbah batang buah Naga bisa berton-ton, dan jarang sekali dimanfaatkan padahal batang buah Naga juga memiliki banyak kandungan baik, yang tidak kalah dengan buahnya," ternag Chriselda Catya Sudono.

Secara sederhana mengolah batang buah Naga menjadi tepung, dengan cara batang buah Naga disayat tipis-tipis dan dikeringkan dalam oven selama 1 hari dengan suhu 60 derajat Celcius. Itu dilakukan untuk membuang semua kandungan air pada batang buah Naga.

Batang buah Naga yang sudah kering itu, kemudian diblender hingga halus menjadi tepung. Setelah diblender, tepung diayak untuk memisahkan antara tepung dari kotoran dan bagian yang kasar.

"Kami memanfaatkan seluruh bagian dari batang buah Naga termasuk kulitnya untuk diolah menjadi tepung yang diharapkan dapat memiliki umur simpan yang lebih lama," jelas Chriselda.

Untuk pasokan batang buah Naga, Chriselda mengambilnya dari sebuah perkebunan yang berada di daerah Banyuwangi. Dari 4 kg batang buah Naga setelah diolah menjadi 400 gram tepung.

Tepung batang buah Naga, lanjut Chriselda bisa digunakan sebagai campuran pembuatan produk makanan jadi seperti cookies, agar-agar, mie, yoghurt dan cake.

Untuk membuat cookies, kata Chriselda tepung batang buah Naga bisa mensubstitusi tepung terigu hingga 25% dan memberikan rasa yang khas pada produk.

Menurut Ardhia Deasy Rosita Dewi, S.TP., M.Sc., selaku dosen pembimbing, inovasi pangan yang dilakukan Chriselda menampilkan nilai fungsional dari batang buah Naga yang selama ini hanya jadi limbah saja.

"Inovasi pangan ini menampilkan nilai fungsional limbah batang buah Naga. Semoga tepung batang Naga ini dapat diproduksi dalam skala besar sehingga mengurangi permasalahan limbah. Selain itu, diharapkan penelitian ini bisa menginspirasi pemanfaatan limbah pertanian," pungkas Ardhia Deasy Rosita Dewi. (tok/bid)

Suarasurabaya.Net