SURABAYA – Berderma tak melulu dengan materi. Bisa juga dengan menjadi pendonor darah. Kemarin 667 pendonor darah mendapat penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Orang-orang itu telah mendonorkan darahnya lebih dari 50 kali.

"Penghargaan ini diberikan dalam rangka Hari Palang Merah," ucap Kepala Humas PMI Surabaya Agung Tri Jujanto. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada individu-individu. Ada instansi, perguruan tinggi, serta kecamatan di Surabaya yang turut menerima penghargaan.

Agung menjelaskan, penghargaan diberikan kepada lembaga yang aktif mendukung kegiatan PMI. Misalnya, sering melakukan bakti sosial donor darah di wilayahnya. "Peran serta masyarakat dengan menjadi pendonor suka rela sangat membantu kami. Be berapa kali kami juga memasok darah untuk wilayah lain," ujarnya saat ditemui pada acara tersebut.

Tiga kecamatan yang memperoleh penghargaan adalah Krembangan, Kenjeran, dan Dukuh Pakis. Untuk tingkat perguruan tinggi, penghargaan serupa diberikan pada lima kampus. Yakni, Unair, Unesa, UINSA, ITS, dan Ubaya.

Kampus dan sekolah menengah memang gencar mengadakan sosialisasi terkait donor darah. Menurut Agung, selain dilakukan petugas PMI, sosialisasi menjadi tugas anggota Palang Merah Remaja (PMR). "Peran kampus dan sekolah ini penting. Sebab, bakal tumbuh pendonor pemula," tutur nya.

PMI memang menyasar para pendonor pemula. Agung menyatakan, jika donor darah dilakukan saat muda, peluang mereka untuk tetap menjadi pendonor kian besar. "Tidak semua usia bisa donor darah. Warga lansia tak bisa lagi donor darah," katanya. (lyn/c18/oni)

Jawa Pos 24 Mei 2017