SURABAYA – Malam final LA Campus League 2017 kemarin tidak hanya menantikan siapa jawara kampus tingkat nasional tahun ini. Master Dunk asal Kanada Jordan Kilganon menjadi magnet datangnya ribuan penonton ke DBL Arena Surabaya.

Kilganon memuaskan penggemar basket Surabaya dan sekitarnya dengan berbagai aksi dunk yang ditampilkannya. Dia beberapa kali memperagakan scorpion dunk yang menjadi aksi andalannya. Aksi tersebut meraih popularitas luar biasa ketika dia memperagakannya di NBA All-Star Game 2016.

Saat melakukan scorpion dunk, Kilganon dibantu pebasket nasional Kelly Purwanto. Kelly bertugas membawa bola di atas kepalanya. Kilganon meraih bola dengan melompat di atas Kelly. Aksi tersebut diakhiri dengan Kilganon yang melesakkan bola dengan tangan kanan dan membelakangi ring.

"Saya suka atmosfer penonton Indonesia yang selalu antusias dengan kehadiran saya. Mereka ramah dan hangat,” ujar Kilganon.

Bukan hanya scorpion dunk. Kilganon juga memukau dengan under the leg dunk (memutar bola di sela kaki sebelum melesakkan bola) sambil melompati tiga penonton yang diundang ke lapangan. Dia juga menunjukkan aksi double pump dunk alias dunk dua tangan dengan membelakangi ring. Uniknya, dia mengenakan kostum Spider-Man saat melakukan aksi tersebut.

Aksi-aksi itu mengisi masa jeda final LA Campus League 2017. Dalam laga final putra dan putri, tim Universitas Surabaya (Ubaya) menunjukkan kedigdayaannya. Di kelompok putra, Ubaya tampil perkasa dengan menekuk Universitas Atmajaya Jogjakarta, 58-42. Di putri, Ubaya mengalahkan rival sekota, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, 59-52. (nic/c4/ady)

Jawa Pos, 21 Mei 2017

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/1987/Aksi-Kilganon-Pukau-Surabaya.html