suarasurabaya.net - Ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) 2017 di Tunjungan Plaza III, menjelang berakhirnya acara semakin menjadi pentas kolaborasi para pendesain pemula dari beberapa Universitas di Surabaya.

Ada enam mahasiswa desain dari Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) yang menampilkan 120 karyanya. Para pendesain muda ini menampilkan koleksi busana wanita yang terinspirasi dari warisan budaya tradisional Indonesia.

Nuansa etnik dikemas dalam busana ready to wear sebagai bentuk apresiasi terhadap Budaya lokal Indonesia. Mereka juga menampilkan gaun malam dalam balutan warna soft.

Pada sebuah rancangan busana bertemakan Tancy, ada 34 karya mahasiswa ini yang merupakan tugas akhir dari 7 mahasiswa Ubaya.

Dr. Dra. Amelia, M.T Dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya mengatakan, partisipasi mahasiswanya mengikuti SFP 2017 ini akan menjadi sarana bagi mereka untuk mengenal bagaimana bekerja sebagai pendesain.

"Kami ingin memberikan kesempatan pada mahasiswa yang berperan aktif di bidang industri kreatif terutama di bidang fashion," kata Amelia dalam sambutannya di SFP hari kelima, Minggu (7/5/2017).

Partisipan lain pada sesi ini adalah kolaborasi Viva Cosmetics, Sekolah Ciputra, dan Geraldus Sugeng desainer dari Indonesain Fashion Chamber (IFC).

Sekolah Ciputra menampilkan belasan siswa kelas III SD yang memeragakan pertunjukan fesyen karya Geraldus Sugeng. Viva Cosmetics berperan menyediakan seluruh makeup model.

"Butuh waktu dua bulan bagi anak-anak SD Ciputra itu untuk bisa perform menari dan menyanyi. Paling sulit adalah membangun kepercayaan dirinya," ujar Sherly Matandi perwakilan orang tua siswa Sekolah Ciputra.

Geraldus Sugeng, dalam kolaborasi ini membawa serta 10 koleksi terbarunya yang mayoritas berwarna hijau.(den)