“Metanoia ini adalah perubahan. Kalian semua tahu, bahwa sebelum menjadi kupu-kupu, dia adalah makhluk yang bentuknya menggelikan. Anak-anak UKM DanceUniversitas Surabaya ini seperti kupu-kupu itu. Metanoia ingin menggambarkan perubahan emosi dan kedewasaan mereka dengan menggunakan dance,” jelas Guguh Sujatmiko, S.T., M.Ds., selaku pembina UKM Dance dalam salam pembuka yang beliau sampaikan di acara Metanoia, The Story of Us.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 27 April 2017 ini merupakan Street Dance Vol. 5. Sebelumnya, Street Dance sudah dilakukan oleh UKM Dance sebanyak 4 kalidan untuk menarik minat para penonton, anggota UKM Dance yang kerap disebut Ubaya Dance Crew (UDC), membuat 4 teaser yang ditarikan di beberapa spot di Ubaya.

Kisah Metanoia ini dikemas dengan menggunakan dance. Misalkan saat orang tua tidak mengijinkan anaknya untuk ikut dance, kesedihan dan kekesalan hati sang anak ditunjukan dengan modern dance bersetting kamar. Lalu, saat orang tua bertengkar karena masalah keuangan, ketakutan dan juga kecemasan ditunjukan dengan couple dance. Untuk couple dance bisa dikatakan sebagai part yang disukai penonton. Karena di akhir couple dance yang awalnya sangat sedih, ditutup dengan pelukan yang manis. Tujuannya untuk mengatakan, bahwa di saat sulit, mereka bisa saling membantu untuk mengatasi masalah.

Terakhir, tentu saja group dance dari Ubaya Dance Crew yang mendapat sorakan paling meriah dari para penonton. Terutama di saat akhir, mereka mengangkat kertas bertuliskan dream. Tak hanya itu, mereka juga mengatakan betapa pentingnya dance untuk mereka. Bagaimana dance adalah cara mereka untuk menjadi satu. Semuanya berhasil menyentuh penonton.

Menarik bukan? Buat kalian yang belum sempat menonton keseruan Metanoia, The Story of Us, jangan khawatir. Bukan tidak mungkin acara ini akan digelar kembali, tentu saja dengan cerita dan dance yang lebih unik dan menarik. So, see you next time di Street Dance Vol. 6. (tea)