SURABAYA | duta.co – Sampai saat ini penikmat keuntungan dari pasar saham di Indonesia adalah investor asing. Karena hingga kini, partisipasi masyarakat Indonesia di pasar modal masih sangat rendah yakni sebesar 560 ribu investor, padahal jumlah transaksi di bursa mencapai Rp 6.000 triliun per tahun.

“Bursa Efek Indonesia (BEI) itu yang terbaik di dunia yang memberikan return sebesar 300 persen selama sepuluh tahun terakhir. Siapa yang menikmati itu, investor asing. Makanya saat ini kami menarget bisa menggaet satu persen saja dari total penduduk Indonesia,” tandas Direktur BEI, Hamdi Hassyarbaini di sela penyerahan bantuan ambulance kepada KSP Rumah Bersama di kampus Ubaya Tenggilis, Rabu (26/4).

Karena itu, BEI berusaha untuk terus melakukan edukasi khususnya kepada anak-anak muda. Salah satunya dengan mendirikan Galeri Investasi di beberapa kampus di Indonesia. Diakui Hamdi hingga saat ini sudah ada 263 Galeri Investasi di kampus. Targetnya hingga akhir tahun ini bisa mencapai 300 kampus yang disasar.

“Anak-anak muda harus diperkenalkan sejak dini apa itu investasi di bursa saham. Jangan hanya jadi penonton. Mereka lah kelak yang akan meneruskan ini,” tandasnya.

Salah satu Galeri Investasi yang sudah bisa berjalan aktif adalah di Kampus Ubaya Tenggilis. Galeri yang didirikan sejak 2003 lalu itu kini sudah memiliki banyak investor dengan nilai trasaksi tertinggi mencapai Rp 20 miliar sebulan. “Kini rata-rata sebesar Rp 7 miliar hingga Rp 10 miliar per bulan. Sudah cukup lumatan lah,” ujar Wakil Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya, Deddy Marsiano.

Diakui Deddy, mahasiswa Ubaya memang sejak kuliah di semester awal diperkenalkan dengan bursa saham. Pada dosen sudah sejak awal memberikan intro tentang hal itu. Sehingga mahasiswa mulai terbiasa melakukannya. Apalagi saat ini, untuk menjadi investor di pasar modal tidak membutuhkan modal yang besar. Cukup dengan dana Rp 100 ribu sudah bisa membeli saham perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal. (end)

Sumber: http://duta.co