Perankan Pengusaha Pengidap Alzheimer

SURABAYA – Tantangan besar dirasakan Morgan Oey, bintang film Moon Cake Story. Dalam film garapan Garin Nugroho itu, dia memerankan tokoh David, pengusaha muda pengidap alzheimer.

Dari peran-peran yang sudah dilakoni Morgan sebelumnya, yang ini memang sangat berbeda. Dibutuhkan pendalaman karakter yang lebih.

Bincang-bincang soal peran dan film terbaru Morgan dikemas santai pada meet and greet yang diadakan di ruang serba guna Universitas Surabaya (Ubaya).

Tepuk tangan riuh para mahasiswa mengiringi aktor tampan itu ketika masuk ke venue. Morgan tidak ragu un tuk mampir kekerumunan mahasiswi yang berteriak, lalu wefie. ”Ayo siapa yang mau tanya, bonusnya foto bareng Morgan,” kata MC yang kemudian membuat para mahasiswa tambah histeris. Mereka bergegas mengacung kan tangan. Dengan dipandu oleh MC, tanya jawab singkat tentang film berjalan gayeng.

Film yang akan tayang 23 Maret itu mengisahkan seorang pengusaha mu da yang sedang dalam puncak keberhasilan. Namun, penyakit alzheimer yang menyerangnya membuat ingatannya lumpuh.

Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, ke mampuan berpikir, berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita.

Beberapa kejadianpun menimpa David yang diawali dengan meninggalnya sang istri. Keadaan berubah ketika David bertemu dengan Asih (Bunga Citra Lestari) yang bekerja sebagai joki 3 in 1. Sosok Asih menggambarkan kenangan David terhadap ibunya.

Hubungan mereka tumbuh untuk saling mengisi. Tidak hanya menyuguhkan kisah drama, sang sutradara juga membubuhkan komedi segar.

"Beberapa komedian seperti Kang Saswi dan Jaja Miharja akan tampil," kata Morgan. Selama satu minggu sebelum syuting, Morgan mengunjungi panti rehabilitasi untuk pengidap penyakit alzheimer di daerah Sentul.

Selain itu, dia berburu referensi dari video dan film tentang penyakit tersebut. Ditanya mengenai scene yang paling susah, pria ke lahiran Singkawang, 25 Mei 1990, itu membeberkan saat David tiba-tiba mengalami disorientasi. "Yang tadinya ngo brol biasa, jadi blank. Hilang koneksi,"
katanya. (esa/c6/jan)

Jawa Pos, 14 Maret 2017


Morgan Oey Kupas Film "Moon Cake" di Ubaya

Surabaya (Antara Jatim) - Aktor dan penyanyi Morgan Oey mengupas film terbarunya "Moon Cake" dalam acara di Kampus Universitas Surabaya (Ubaya), Senin.

"Dalam film garapan Sutradara Garin Nugroho ini saya berperan sebagai David, yaitu pengusaha muda yang sukses dan punya latar belakang keluarga yang tidak mampu. Namun ironisnya dia juga mengidap penyakit alzheimer," kata dia di depan wartawan.

Dia menjelaskan, dalam film yang dibintanginya bersama Artis Bunga Citra Lestari itu bercerita tentang makna memberi, serta bagaimana hidup dalam perbedaan dalam kemanusiaan.

"Jadi film ini menunjukkan walaupun berbeda tapi jika bisa berbagi tanpa melihat perbedaan status sosial, mayoritas minoritas. Jadi kalau kita bisa berjalan bersama-sama dan bergandengan satu sama lain itu bakalan indah. Itu yang disampaikan," ujarya.

Selain itu, dia memaparkan alasannya mau bermain di film tersebut adalah karena disutradarai oleh Garin Nugroho. Morgan mengungkapkan, dirinya telah lama mendambakan bisa bermain di film garapan Garin.

"Bermain di filmnya itu semacam impian untuk saya. Jadi batu loncatan juga buat karir film. Selain itu karakter yang ditawarkan sebagai pengidap alzaimer. Jadi ini hal baru bagi saya yang biasanya berperan dalam film drama atau bergenre komedi," ujarnya.

Untuk dapat menjiwai dalam karakter pengidap alzheimer, dirinya harus melakukan observasi dengan bertemu pengidap penyakit itu di sebuah rukun senior, yakni semacam tempat rehabilitasi di daerah Sentul. Selain dirinya juga banyak nonton video-video untuk referensi dan berdiskusi dengan dokter.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presbem) Ubaya Calvin Hadinata mengatakan dalam acara tersebut peserta yang beruntung juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berfoto bersama dengan mantan Personel Boyband Smash itu. Selain itu, peserta juga bisa membeli 2 tiket bioskop dengan harga Rp 35 ribu di pintu masuk gedung PF lantai 6.

“Dengan adanya acara ini, saya berharap pesan dan tujuan dari film ini bisa tersampaikan kepada kita sebagai penikmat film. Saya juga berharap mahasiswa Indonesia bisa mengikuti perkembangan perfilman Indonesia yang semakin baik dari tahun ke tahun,” katanya.(*)

Editor: Masuki M. Astro
http://www.antarajatim.com