Lulusan fakultas bisnis, khusunya di Indonesia, seringkali membatasi area kerja mereka di Kantor Akuntan Publik (KAP) ataupun badan yang melakukan audit keuangan. Padahal, cukup banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi yang mereka miliki, disamping kedua jenis lapangan pekerjaan tersebut. EY Indonesia pun menyadari betul hal ini, dan sungguh memiliki sebuah komitmen untuk mengarahkan dan membantu lulusan bisnis dewasa ini agar memiliki prospek kerja yang luas. Oleh karena itu, terselenggaralah EY Indonesia: Campus Journey yang bertajuk “Opening Minds, Opening Doors”.

Ubaya pun berkesempatan mendapatkan kunjungan dari perwakilan EY Indonesia, tepatnya pada Senin, 20 Februari 2017. Siang itu, pada pukul 11.30, dilaksanakanlah terlebih dahulu diskusi internal. Diskusi ini berlangsung antara pihak FBE Ubaya dan EY. Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. selaku Dekan FBE, Dr. Deddy Marciano, M.M. selaku Wakil Dekan I FBE, Dr. Yie Ke Feliana, S.E.,M.Com,Ak,CPA,CFP,CA selaku Wakil Rektor II Ubaya, serta dosen-dosen pengajar FBE mewakili Ubaya. Sedangkan dari pihak EY Indonesia, secara khusus hadir Awang Arinda selaku Advisory Partner, Koentjoro Nurwibowo selaku Talent Director, Xaverius Arsanh selaku Talent Supervising Associate, Yosua H. Rizky selaku Talent Associate, serta Ines Rarasati selaku BMC Associate.

Siang itu, Suyanto secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya, mewakili seluruh civitas akademika FBE Ubaya atas kunjungan dari EY Indonesia, “Senang sekali kami dapat berkesempatan untuk menyambut Ibu Bapak disini, kami ucapkan selamat datang”. Setelah perkenalan dari kedua belah pihak, Awang pun memaparkan, “EY selama ini selalu ditautkan dengan bidang KAP dan Audit, masih ada lini lain yang kami cari. Oleh karena itu tujuan kami hadir yakni sekaligus ingin memberikan pengertian kepada adik-adik mahasiswa”. Bahkan, Awang pun mengatakan bahwa dewasa ini, bidang ilmu dan lapangan pekerjaan tidak selalu selaras, bisa tergantung pada kompetensi yang dimiliki lulusan. Beliau menekankan pula pentingnya penggunaan bahasa Inggris yang sepertinya masih menjadi kendala lulusan S1 hingga kini.

Tak hanya sampai disana, EY Indonesia pun bersama Ubaya secara khusus menginisiasi dilaksanakannya kuliah tamu bagi mahasiswa FBE. Mengingat jumlah peserta yang besar, maka kuliah dilaksanakan di gedung PF lantai 6. Uniknya, peserta kuliah tamu yang hadir diminta mengenakan baju batik, senada dengan perwakilan EY Indonesia. Yosua pun mengawali sesi dengan interaktif, yakni dengan candaan yang akrab dengan mahasiswa, serta mengajak mahasiswa memperkenalkan diri mereka. “Disini EY hadir untuk mematahkan stigma yang ada. EY sendiri merupakan firma multinasional yang tidak hanya di bidang KAP, namun juga non-KAP”, terang Yosua saat mengawali sharing session.

Tak hanya Yosua, Xaverius Arsanh yang akrab disapa Fery pun juga membagikan materi dan presentasi kepada para mahasiswa. Dengan gaya yang kocak ala anak muda, mahasiswa sukses dibuat tertawa dan selangkah lebih paham mengenai prospek kerja di EY. Salah satu yang Fery terangkan adalah mengenai divisi yang ada di EY. “Kita ada beberapa divisi, yakni assurance, advisory, tax, core business services, dan transaction. Jadi nggak selalu yang berkutat dengan akuntansi”, jelas Fery. Sesi terakhir pun didampingi oleh Ines Rarasati, atau akrab dipanggil Ines. Ines memaparkan 7 aspek penting saat seseorang ingin memilih tempat kerja. “Pertemuan kita mungkin hanya sampai disini, namun bagi teman-teman yang ingin kenal EY lebih lanjut bisa akses ke www.ey.com/id/career”, terang Yosua sebelum mengakhiri kuliah tamu hari itu. (liv)