Jonathan Derian dan Christentia Steffany menjadi kebanggaan Ubaya di Lomba Poster Kesehatan Masyarakat dengan tema Aesculapius yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta pada 10 Februari 2017 lalu. Lomba mendesain poster tingkat nasional ini diikuti oleh universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Atmajaya Jakarta, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Gajah Mada, Universitas Kristen Krida Wacana, dan masih banyak lainnya.

Setiap peserta memberikan hasil karya poster yang telah dibuat di kota masing-masing. 15 poster terpilih akan melanjutkan perjuangan ke babak selanjutnya dimana masing-masing poster terpilih harus mempresentasikan poster karya tersebut, baik dari latar belakang, maksud dan tujuan, serta kreatifitas yang menjadi dasar pemikiran.

Ubaya mengangkat persoalan Osteoarthritis dengan judul KAOA (Kenali Atasi Osteoarthritis). “Aku angkat tentang ini karena jaman sekarang banyak orang yang sering nyeri di persendian, tetapi salah dalam mengira penyakit yang diderita. Kebanyakan berfikir nyeri adalah rematik, padahal belum tentu. Bahkan, banyak diantara penderita yang mengira rematik, ternyata adalah Osteoarthritis” terang mahasiswa angkatan 2014 ini.

Osteoarthritis sendiri adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit dan kaku bahkan pembengkakan. Sendi yang paling sering mengalami kerusakan pada kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Pencegahan bisa dilakukan dengan sering berolahraga.

Atas pemikiran ini, dewan juri lomba yang beranggotakan dr. Magdalena Surjaningsih, P.Si., dr. Francisca Tjhay, M.Biomed., Ph.D., dan dr. Angela sepakat untuk memberikan juara 1 kepada Ubaya dan berhak mendapatkan piala, sertifikat, dan uang tunai Rp 2.000.000,-. Universtias Kristen Krida Wacana (UKRIDA) Jakarta diposisi ke-2 yang berhak mendapatkan piala, sertifikat, dan uang tunai Rp 1.500.000,-, diikuti Universitas Atmajaya Jakarta di posisi ke-3 yang berhak membawa pulang piala, sertifikat, dan uang tunai Rp 1.000.000,-.