Di tahun 1966, Ubaya awalnya dinamai Universitas Trisakti Surabaya. Lalu, tepat pada tanggal 11 Maret 1968, Universitas Trisakti Surabaya berubah menjadi Universitas Surabaya. Tidak terasa, perjalanan panjang Ubaya telah sampai pada usia ke 49 di tahun ini. Hal ini yang melatarbelakangi pelaksanaan Dies Natalis Ubaya ke-49, sebuah ajang tahunan yang berlaku bagi para civitas akademikanya, baik dosen maupun karyawan. Tepatnya, perlombaan dalam rangka Dies Natalis ke-49 baru saja resmi dimulai pada Selasa 14 Februari 2017 di gedung Administrasi Umum (Adum).

“Salah satu agenda dari Dies Natalis kali ini adalah perlombaan-perlombaan disamping acara pidato ilmiah yang akan dilaksanakan pada bulan Maret nanti” ,tutur Drs.ec.Suwadji, M.M selaku Ketua II sekaligus Manajer Operasional Perpustakaan dan Promosi Edukasi (OPPE) di Ubaya saat memberikan sambutannya. Suwadji pun mengatakan, perlombaan dilakukan dengan harapan dapat menjalin keakraban antar civitas akademika yang ada di Ubaya sehingga nantinya akan berdampak positif terhadap kinerja sehari-hari mereka dalam melakukan pekerjaan.

Beliau memaparkan, bahwa terdapat 7 cabang perlombaan diantaranya karaoke, senam kreasi, renang, bulu tangkis, tenis meja, futsal, dan bola voli. Lomba dengan peserta terbanyak diduduki oleh bola voli dengan 80 peserta, senam kreasi 70 peserta dan lainnya sekitar 40-50 peserta. Selain oleh jajaran rektorat seperti Dr. Yie Ke Feliana, S.E.,M.Com,Ak,CPA,CFP,CA. selaku Wakil Rektor II dan Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D.selaku Wakil Rektor III, acara pembukaan juga dihadiri para civitas dari jajaran direktorat serta dosen dan karyawan.

Dr. Yie Ke Feliana, S.E.,M.Com,Ak,CPA,CFP,CA., sama halnya dengan Suwadji, memaparkan, “Perlombaan ini bukan hanya dijadikan sebagai wadah untuk lebih mengenal karyawan antar lintas unit, refreshingdari penatnya pekerjaan tetapi juga mengingatkan para karyawan untuk berolahraga”. Menariknya, rangkaian perlombaan menarik seluruh lapisan civitas untuk berpartisipasi, terlepas dari apapun tugas dan tanggung jawab mereka selama berkarya di Ubaya. Yie Ke pun mengharapkan perlombaan ini dapat berlangsung secara sportif dan tidak disangkutpautkan dengan pekerjaan.

Salah satu prosesi unik yang dilakukan sebagai penutup rangkaian acara sekaligus pembukaan perlombaan ini adalah pemukulan gong sebanyak 49 kali, mengikuti usia Ubaya yang kini menginjak angka 49. Pemukulan gong dilakukan oleh Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Dekan I Fakultas Psikologi, Direktur Administrasi Umum/ADUM, dan perwakilan karyawan dari tiap cabang olahraga.“Diharapkan Ubaya agar tetap hidup, makin jaya, panjang umur, itu demi kesejahteraan kita semua dan juga anak-anak kita.” tutup Yie Ke mengakhiri prosesi. (cmd)