Mengikuti perkembangan jaman memang tidak ada habisnya. Teknologi semakin berkembang, diikuti terobosan baru dalam berbagai bidang. Hal inilah yang mendorong Fakultas Teknobiologi mengadakan acara yang berhubungan dengan metode-metode baru dari setiap bidang yang ada.

Natural Resources dan Life Sciencesatau yang biasa disingkat NRLS ini adalah acara yang pertama kali diseleggarakan oleh Fakultas Teknobiologi berupa International Conference. Sebelumnya, Fakultas Teknobiologi juga sudah menyelenggarakan conference,tetapi hanya dalam lingkup nasional pada tahun 2014. Ibu Dr. Ir. Popy Hartantie Hardjo, M.Si atau yang akrab disapa Popy selaku panitia pun berharap bahwa international conference ini dapat berjalan rutin pada 2 tahun sekali di tahun-tahun berikutnya. “Tujuan diadakannya NRLS ini untuk mengkomukasikan berbagai bidang disiplin ilmu. Jadi disini kita tentukan bidang-bidang ilmu yang bisa kita cover, yaitu kesehatan dan forensik, kemudian bidang ilmu lingkungan dan energi terbarukan, bidang ilmu pertanian, dan pangan atau food nutrition.” jelas dosen pengajar di Fakultas Teknobiologi ini.

Acara NRLS sendiri berlangsung selama 3 hari yaitu ditanggal 20-22 Oktober 2016 yang bertempat di Ubaya, dimana pada tanggal 20-21 Oktober berupa conference dengan tema Multidisciplinary Science For Better Achievement dan 22 Oktober berupa workshop. Conferencenya sendiri terdiri dari seminar yang dibawakan oleh beberapa pembicara pada pagi hari dan sidang-sidang parallel call for paperperbidang di sore hari.

Sidang parallel call for paper,diadakan di Gedung PF kampus Ubaya Tenggilis yang dibagi per kelas, sesuai dengan bidang yang mereka ambil. Saat didalam kelas, para peserta diminta untuk mempresentasikan papermereka. Selain oral presentation, peserta juga diminta melakukan poster presentationdimana para peserta hanya berdiri disamping poster mereka. Nantinya jika ada orang yang bertanya tentang poster itu, mereka akan menjelaskannya. Biasanya poster presentation ini dilakukan pada saat menjelang makan siang. Peserta call for paper ada sebanyak 113 peserta dan bersifat umum. Peserta pun tidak hanya datang dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga luar negeri seperti Jerman, Korea, Nepal dan Belanda. Pempublikasian pun diadakan jauh-jauh hari sebelum hari H dengan mengandalkan media social dan antar kolega.

Popy pun menambahkan, terpilihnya gedung Ubaya sendiri sebagai tempat pelaksanaan, juga sekaligus menjadi ajang pengenalan Ubaya di kancah internasional. Harapannya, dalam acara ini baik panitia mahasiswa maupun dosen, diajarkan untuk bekerja sama dalam sebuah organisasi dan juga dalam membentuk tim yang solid juga dapat belajar untuk lebih dapat mempublikasikan karya ilmiah sampai ke kancah internasional.