Sabtu, 14 Januari 2017 merupakan hari terakhir dari rangkaian proses asesmen lapangan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Ubaya yang telah berlangsung selama 11 Januari 2017 lalu. Pertemuan di hari terakhir ini beragendakan pemberian hasil tinjauan lapangan dari para asesor. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, proses asesmen berlangsung di Kampus III Ubaya, yakni UTC Trawas. Pada kesempatan ini, tiga asesor kembali hadir didampingi pihak dekanat, dosen serta karyawan FF Ubaya.

I Ketut Adnyana, Ph. D., Apt., salah satu asesor, membagikan sedikit kesan yang Beliau dapatkan selama berada di lingkungan Ubaya. “Kami dari pihak asesor terkesan dengan keramah tamahan yang disediakan dari sambutan hangat, bahkan sampai konsumsi yang berlebihan”, canda Beliau, sontak mengundang tawa di seluruh ruangan. Setelah itu, Beliau mewakili ketiga asesor menyoroti beberapa hal yang menurut mereka sebaiknya diproses dan dirembukkan kembali, termasuk visi misi PSPA serta tenaga kependidikan. Prof Dr. rer.nat. Dian Handayani, Apt. yang juga sebagai asesor, memberikan masukan untuk meningkatkan keterlibatan alumni dalam pembuatan PKM, juga menyoroti perihal jurnal internasional oleh tenaga kependidikan.

Penyerahan hasil asesmen lapangan oleh Drs. Wahyudi Uun Hidayat, M.Sc., Apt. kepada Dekan Fakultas Farmasi Dr.Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt. didampingi Ketua PSPA Ubaya, Alasen Sembiring M., S.Si., M.Si., Apt. Selain penyerahan dokumen, PSPA FF Ubaya juga menyerahkan cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan bagi tiap asesor disertai acara foto bersama. Rangkaian acara ternyata belum sepenuhnya selesai, karena PSPA FF Ubaya pun memanfaatkan waktu yang ada dengan mengajak para asesor berkeliling UTC yang dikenal sebagai outdoor campus yang kaya akan hasil alam, dan manfaatnya diaplikasikan langsung untuk berbagai fasilitas disana.

Sembari berkeliling, asesor diberikan sedikit penjelasan oleh Dekan serta beberapa dosen mengenai rencana pengembangan yang ada di UTC. Selain itu, asesor diajak untuk melihat langsung kebun-kebun yang berisi berbagai macam tanaman, salah satunya tanaman obat keluarga. Ruang meeting serta bangunan yang berbentuk cottage juga tidak lepas dari perhatian dalam kunjungan tersebut.

Dalam kesempatan itu juga diperlihatkan sebuah kolam yang ditengahnya terdapat solar cell guna pemenuhan kebutuhan penerangan di sekitar wilayah tersebut. Salah satu asesor, Prof Dr. rer.nat. Dian Handayani, Apt., juga dengan seksama mendengarkan penjelasan mengenai pupuk kompos buatan Ubaya. UTC memang mengembangan sebuah teknologi bernama Ecological Sanitation, dimana tinja dan urin bisa berproses menjadi pupuk organik dalam waktu 6 bulan atau kurang, yang digunakan untuk menyuburkan tanaman disana. Usai berkeliling, rangkaian kegiatan hari itu pun berakhir. Sebelum asesor berangkat menuju bandara untuk pulang ke daerah masing-masing, dilakukan makan siang bersama sembari berbincang ringan dan mengucapkan perpisahan.

Dekan Fakultas Farmasi Dr.Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt. mengungkapkan, “Ada tujuh standar penilaian dalam sebuah proses akreditasi, yakni visi misi, tujuan dan sasaran, strategi pencapaian; tata pamong, kepemimpinan, pengelolaan; kemahasiswaan dan kelulusan; SDM; kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik; pembelajaran, sarana prasarana dan sistem informasi; serta penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama”. Beliau juga menjelaskan bahwa penilaian sementara oleh asesor dilakukan dalam bentuk diskusi untuk verifikasi, untuk selanjutnya akan diproses oleh Majelis Akreditasi LAM-PTKes. “Hasil akreditasi mungkin dapat dilihat dalam kurun waktu dua minggu sampai 1 bulan, terhitung dari awal bulan”, jelas Beliau. (liv)