TEMPO.CO, Surabaya- Tiga peraih Nobel Perdamaian bakal mengunjungi Universitas Surabaya, Universitas Kristen (UK) Petra, dan Universitas Airlangga di Surabaya tahun depan. Mereka ialah Prof Robert F Engle III dan Prof Eric S Maskin dari bidang ekonomi, serta Prof Jerome Isaac Friedman dari bidang fisika. Menjelang kunjungan tiga peraih Nobel Perdamaian tersebut, delegasi International Peace Foundation (IPF) mendatangi Universitas Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Kristen Petra guna meninjau kesiapan ketiganya.

Para peraih Nobel tersebut punya alasan tersendiri mengapa memilih tiga kampus itu. IPF mempertimbangkan kredibilitas suatu universitas dan kota tuan rumah sebagai alasan utama. "Surabaya dipilih karena dianggap memiliki perguruan tinggi yg kredibel dan layak menjadi mitra IPF untuk menyelenggarakan kuliah tamu bagi seorang Nobel Laureate," tutur Direktur Kerjasama Kelembagaan Universitas Surabaya Sujoko Efferin melalui pesan Whatsapp kepada Tempo, Minggu, 19 Juni 2016.

Selain Surabaya, kata Sujoko, kota lain yang mendapat kesempatan ialah Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, dan Bndung. "Kota-kota ini akan didatangi Nobel Laureate lainnya setelah Ubaya."

Sujoko menyatakan, kampus Ubaya menjadi salah satu yang dipilih karena dinilai memiliki jejaring (networking) yang luas dengan berbagai kalangan dan kredibilitas yang dapat diandalkan. "Kami juga dinilai punya komitmen terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia, di samping reputasi akademik secara internasional," ujar dia.

Sebaliknya, Prof Eric Maskin dipilih Ubaya karena ia mempunyai kepedulian khusus terhadap masalah ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan sosial. Prof Maskin akan bicara tentang kegagalan pasar global dalam mengurangi ketimpangan, sehingga memperbesar gap antara si kaya dan miskin. "Ini adalah tantangan buat perdamaian dunia dan seharusnya menjadi kepedulian semua negara," tutur dia.

Kedatangannya ke kampus Ubaya, kata dia, diharapkan dapat menggugah kesadaran dan komitmen pelaku bisnis, pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, dan semua pihak. Tujuannya agar kelak secara kolektif, masyarakat Indonesia aktif dalam membangun perdamaian dunia melalui aktivitas ekonomi yang positif dan tidak egois.

Universitas Kristen Petra bakal kedatangan Prof Jerome Isaac Friedman pada Maret 2017. Peraih nobel di bidang fisika tahun 1990 itu dinilai memiliki reputasi yang baik di bidang Fisika yang sangat bermanfaat bagi banyak disiplin ilmu terutama, jurusan Teknik.

"Beliau mampu mengaitkan bagaimana keilmuannya dapat dimanfaatkan untuk pemahaman yang lebih universal mengenai dunia dan aplikasinya terhadap tantangan zaman," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Kristen Petra Prof. Djwantara.

Terpilihnya UK Petra sebagai salah satu kampus yang dikunjungi peraih Nobel dunia, tak lepas dari upayanya untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia baik dalam pengajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat.

"Kami dianggap mampu untuk menjadi tuan rumah bagi kuliah tamu yang akan dibawakan oleh peraih Nobel Fisika. Sesuai dengan visi kami yaitu untuk menjadi universitas yang peduli dan mendunia," ujar Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan UK Petra Meilinda MA.

Satu kampus lain, Universitas Airlangga, mendapat kesempatan dihadiri oleh peraih nobel bidang ekonomi, Prof Robert F Engle III. Peraih nobel asal New York University’s Stern School of Business itu dikenal sebagai perancang metode analisis rangkaian waktu ekonomi volatilitas yang bervariasi dengan waktu.

“Bridges Event” ialah program IPF yang dilaksanakan dalam bentuk dialog interaktif antara tokoh-tokoh penerima nobel dengan kalangan universitas di dunia tentang isu perdamaian, kemanusiaan, demokrasi, peningkatan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan serta isu aktual lainnya.
ARTIKA RACHMI FARMITA

Sumber: https://m.tempo.co