SURABAYA – Kabar duka menyelimuti Kota Surabaya. Salah satu tokoh masyarakat yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya (PTFSS) Stany Soebakir, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya (RKZ), kemarin (28/10). Stany Soebakir wafat di ruang ICU RKZ tepat pada pukul 09.00 kemarin pada usianya yang ke-88 tahun.

Pria yang juga merupakan dosen di Universitas Widaya Mandala dan Universitas Surabaya ini meninggal dikarenakan pendarahan di lambung yang dideritannya. Stany Soebakir meninggalkan empat orang anak, yakni, Ros Yayuk Soebakir, Chrescentia Wuri Soebakir, CH Ririn Soebakir, dan Yustimus Budi Soebakir serta tujuh orang cucu.

Chrescentia Wuri Soebakir yang merupakan anak kedua dari almarhum mengakatakan jika sang ayah sudah dirawat di RKZ selama sebelas hari terakhir sebelum akhirnya wafat. Ia mengaku jika sang ayah mulai dirawat di RKZ pada Sabtu (17/10) malam karena masalah sepele, yakni jatuh saat hendak duduk di halaman belakang pada sore harinya. “Waktu itu ayah mundur saat hendak duduk, dikiranya sudah pas dengan kursi, ternyata belum pas tapi ayah sudah duduk. Akhirnya terjatuh,” ujarnya saat ditemui di rumah duka di kawasan Jalan Margorejo Indah Surabaya kemarin. (gus/hen)

Sumber: Radar Surabaya