Mengenal kebudayaan bangsa lain dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunyaadalahdengan mempelajari bahasa. Untuk kali ke-7, Ubaya Language Center (ULC) mengadakan lomba pidato bahasa Jepang tingkat SLTA se-Jawa Timur. Acara yang digelar pada Kamis, 2 April 2015 dan bertempat di Perpustakaan lantai 5 ini, diikuti oleh 41 peserta yang berasal dari 12 sekolah berbeda.

Para peserta lomba terlihat berpakaian formal dengan jas untuk pria, sedangkan blazer dan rok untuk wanita. Kemudian tepat pukul 08.30 WIB, acara dibuka dengan sambutan direktur ULC, Drs Besin Gaspar MPd. Beliau mengatakan bahwa tujuan dari lomba ini yaitu memberi kesempatan pada siswa SMA untuk menguasai bahasa Jepang, juga sebagai upayamemotivasi siswa untuk menguasai bahasa Jepang di era globalisasi seperti sekarang. Lalu sambutan dilanjutkan oleh Konsul Kebudayaan Jepang, Ibu Kaori, yang sangat mengapresiasi generasi muda Indonesia yang berkeinginan menguasai bahasa Jepang.

Lomba ini terdiri dari dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan, seluruh peserta membaca berita yang teksnya telah mereka dapatkan saat technical meeting. Satu persatu peserta yang dipanggil namanya, naik ke atas panggung untuk membacakan berita dalam bahasa Jepang selama 3 menit. Mereka harus berhadapan dengan para juri ahli yaitu Michiyo Takasaki dan Iyoko Nakamura dari The Japan foundation, serta Emiri Kasahara dari The Japan Club Surabaya. Setelah seluruh peserta tampil, maka dewan juri akan memilih 10 orang finalis untuk kembali membaca berita. Tetapi bedanya, kali ini para peserta belum mengetahui isi teks berita, sehingga tidak ada kesempatan untuk berlatih terlebih dahulu. Isi dari teks berita yang dilombakan mengangkat topik tentang masyarakat di Jepang, serta ditulis dalam bentuk romaji (alphabet). “Jadi peserta dituntut untuk percaya diri agar dapat membaca berita dengan baik,” tutur Ferry Christian selaku ketua panitia.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti lomba baca berita bahasa Jepang. Sebenarnya, untuk persipan sudah baik, tapi saat naik ke atas panggung jadi nervous,” ungkap Yuni Andita Sari dari SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo ketika ditanya mengenai perasaannya mengikuti lomba.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya terpilih lima orang pemenang. Kriteria penilaian terkait dengan kelancaran berbicara, kejelasan pengucapan, intonasi, serta penampilan seperti cara berpakaian dan posisi tubuh saat membaca berita. Juara harapan 2 diraih oleh Febby Fristiavanka dari SMAN 7 Surabaya dan juara harapan 1 diraih oleh Safira Vicky Grey Fenda dari SMA PGRI Sidoarjo. Juara 3 diraih oleh Axel Rafael Gunawan dari SMAK Santo Albertus Malang, juara 2 diraih oleh Aldo Prasadana dari SMAN 7 Surabaya, juara 1 diraih oleh Aurelia Lidwina Tanadi dari SMAK Frateran Surabaya. Selamat! Teruslah berkarya! (ka)