suarasurabaya.net - Sejumlah mahasiswa dari luar negeri yang sedang belajar di Universitas Surabaya (Ubaya) melalui jalur beasiswa yang disediakan pemerintah Indonesia, Darmasiswa, tidak hanya diperkenalkan dengan Bahasa Indonesia, tetapi juga dengan budaya tradisional Indonesia.

Para mahasiswa ini setiap minggunya akan diperkenalkan dan langsung mencoba belajar menari, tari-tarian tradisional. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa Darmasiswa ini diperkenalkan budaya Indonesia yang satu diantaranya adalah tarian tradisional.

Eka Sri Lestari pengajar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Ubaya sekaligus pengajar tari bagi mahasiswa-mahasiswa asing menyampaikan bahwa setiap tahun tarian yang dipelajari para mahasiswa penerima beasiswa Darmasiswa ini berbeda-beda.

Kalau tahun sebelumnya para mahasiswa mencoba tari Bang-bang Wetan, tahun ini ada tarian lain yang dilatihkan. "Setiap tahunnya kami selalu belajar tarian yang berbeda. Tahun lalu kami belajar tari Bang-bang Wetan, dan kali ini kami belajar tari Koko," terang Eka Sri Lestari pada suarasurabaya.net, Rabu (29/10/2014).

Tari Koko merupakan tarian kreasi asal Jawa Timur berdurasi 7 menit yang memiliki makna persembahan manusia kepada bumi. "Tarian ini mengajak kita untuk mempersembahkan yang terbaik pada bumi, misalnya dengan cara memanfaatkan hasil bumi dengan sebaik-baiknya, maupun tidak merusak lingkungan dan kekayaan alam kita," ujar Eka.

Program belajar tarian tradisional yang sudah berjalan satu bulan ini diakui Eka sebagai proses yang unik. Karena seluruh mahasiswa sebelumnya memang tidak pernah belajar ataupun mengenal tarian tradisional Indonesia.

Namun demikian, para mahasiswa asing ini begitu antusias dalam mempelajari tarian tradisional yang dipelajarinya. Mereka juga tak segan bertanya pada Eka mengenai budaya-budaya di Indonesia selain tarian.

Sementara itu disampaikan Adi Teja Kusuma, B.Bus M.Com., Manajer Kerjasama Kelembagaan Luar Negeri Ubaya, dengan belajar budaya Indonesia ini, melalui tari-tarian diharapkan para mahasiswa asing bisa langsung merasakan bagaimana sebenarnnya tari dan budaya Indonesia.

"Melalui program belajar budaya ini, para mahasiswa asing akan mengetahui dan mengalami sendiri menari tarian tradisional Indonesia. Mereka akan merasakan secara langsung dan tak hanya tahu dari buku, internet, maupun kata orang," jelas Adi Teja Kusuma, Rabu (29/10/2014).(tok/ipg)

Sumber: SuaraSurabaya.Net