suarasurabaya.net - Penurunan kemiskinan sampai 11% dari jumlah penduduk Indonesia dinilai sebagai angka yang cukup besar bagi sebuah negara, demikian penilaian dari DR.Putu Anom Pakar Ekonomi Finance dari Ubaya.

"Angka ini cukup besar, tapi kemiskian itu dimensinya tidak bisa diukur dari orang yang pendapatannya bertambah saja, harus ada pertimbangan yang lain," kata Putu.

Dia juga menyebutkan yang paling penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan dan pengentasan kemiskinan adalah menghitung tingkat kesenjangan ekonomi.

"Sebenarnya yang penting adalah kesenjangan pertumbuhan diantara golongan menengah, atas dan miskin, jadi angka 4.5 juta itu besar,. tapi kita lihat jumpah penduduk 200 juta itu jadinya kecil," terangnya.

Selain itu juga dilihat dari kesenjangan ekonomi antar negara, dan kemampuan daya beli rakyat.

Untuk pemerintahan yang baru Dr Putu mengatakan, pemerintahan yang baru harus berani tidak populis, "Kurangi beban anggaran untuk aktifitas yang tdak tepat, seperti subsidi bahan bakar, alihkan ke atifitas yang punya nilai tambah bagi rakyat miskin. Buat sektor industri dan lapangan kerja baru, itu yang lebih penting," tegasnya. (rst)

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net