Begitulah tema yang diusung Ubaya-Flinders University Summer Program 2014, yang akan dilangsungkan dari tanggal 10-23 Februari di tiga tempat yang berbeda, yaitu Surabaya, Trawas dan Bromo. Direktur Kerjasama Kelembagaan Ubaya, Dr Dra RR Christina Avanti Msi Apt meresmikan acara pada opening sessionyang digelar pada 11 Februari di Perpustakaan lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis. “I hope each one of you can learn about economic, culture, traditional medicine, and tourism especially Bromo”ujarnya pada partisipan yang sebagian besar merupakan mahasiswa Flinders University Australia.

Seorang lecturerdari Flinders University, Anne Gleeson, turut memberikan kata sambutan “We’re looking forward to learning about history, culture, custom, traditional medicine and much more on this program”.Setelah kata sambutan, terdapat hiburan penampilan tari tradisional Jejer dari Banyuwangi, yang menarik, beberapa partisipan juga diajak untuk menari bersama dengan penari profesional di depan partisipan yang lain. Salah satunya Anne Gleeson, yang tampak senang memperagakan gerakan tarian tradisional yang baru saja dilihatnya.

Selain itu juga terdapat penampilan alat musik tradisional angklung dan kulintang, yang dibawakan oleh siswa-siswi SMAN 15 Surabaya. Setelah menampilkan empat lagu, partisipan pun diberikan kesempatan untuk mencoba bermain angklung dan kulintang bersama. Walaupun awalnya nampak enggan, namun setelah mencoba partisipan malah tidak mau berhenti bermain. (mgl/wu)

Copyright
© 2018 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/1287/The-Ultimate-Indonesia.html