SURABAYA (WIN): Universitas Surabaya (Ubaya)  bekerja sama dengan BSN (Badan Standarisasi Nasional) mensosialisasikan ISO 50001 tentang system manajemen energy (ENMs).

Kegiatan sosialisasi ini sebagai rangkaian dari 7th NIEC (National Industrial Enggineering Conference). Sosialisasi ISO 50001 diselenggarakan pada Jumat 11 Oktober 2013 pukul 08.30-10.30 di ruang  SGFBE (Serbaguna Fakultas Bisnis dan Ekonomika) Kampus Tenggilis Universitas Surabaya, jalan Raya Kalirungkut Surabaya.

Masih awam ditelinga jika mendengar ISO 50001? Ya jelas karena ISO ini masih tergolong baru. Bapak Tom Abbel selaku Kepala Bidang Akreditasi Lembaga Inspeksi BSN yang akan memaparkan ISO 50001 ini. ISO 50001 ini

“ISO terbitan Inggris ini di sosialisasikan ke beberapa kampus salah satunya Ubaya karena Ubaya sudah MoU dengan BSN dan termasuk kampus yang sukses dalam mengedukasi masyarakat tentang standarisasi. Ini terbukti dari banyaknya mahasiswa yang mengambil mata kuliah standarisasi dan banyaknya kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sebuah standart,” kata Arbi Hidayat M.Si selaku wakil ketua NIEC 2013, Jumat (11/10/13).

ISO 50001 ini adalah standart yang dapat membantu organisasi baik besar maupun kecil dalam mengelola dan meningkatkan efisiensi konsumsi energy. Adanya ISO ini diharapkan dapat mendorong pengurangan konsumsi energy, emisi gas, rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya dengan menerapkan system mamajemen energy.

Pemerintah Indonesia sudah mengumumkan adanya regulasi energy namun belum ada standart baku yang dapat menjadi patokan organisasi besar maupun kecil untuk menerapkan penghematan energy.

Sumber: http://whatindonews.com


Ubaya dan BSN Gelar Sosialisasi ISO 50001

DUTAonline, SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) bekerjasama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) menggelar sosialisasi ISO 50001, Jumat (11/10) di kampus Ubaya Tenggilis. Acara ini untuk memperkenalkan sistem manajemen energi (ENMs) yang merupakan rangkaian dari tujuh tahun National Industrieal Engginering Concerence (NIEC).

Sebagai narasumber dalam sosialisasi ini, panitia mendatangkan Kepala Bidang Akreditasi Lembaga Inspeksi BSN, Tom Abbel Sulendro. Ketua NIEC 2013 Yenny Sari mengatakan, kegiatan sosialisasi ISO 50001 ini sebagai bentuk kerjasama antara Ubaya dengan BSN. Dimana terpilihnya Ubaya dalam sosialisasi ini karena kampus ini mampu dan sukses dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat, tentang standarisasi . Hal ini terbukti dari banyaknya mahasiswa yang mengambil mata kuliah standarisasi. Serta banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa, untuk, memberikan pendidikan kepada masyarakat, tentang standarisasi.

“Kegiatan yang dilakukan Ubaya ini, sebagai bentuk kepedulian dan sebagai wadah dari transforasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Karena Ubaya dan BSN melakukan sosialisasi tentang ISO 50001,”jelasnya.

ISO 50001 ini sendiri adalah merupakan standar yang membantu organisasi besar dan kecil, dalam mengelola dan meningkatkan efisiensi konsumsi energy. Dimana dengan adanya ISO ini, diharapkan dapat mendorong pengurangan konsumsi energy, emisi gas, efek rumah kaca, dan dampak lingkungan lainnya, apabila menerapkan system manajemen energy.

“ISO ini tergolong baru yang sudah diterapkan di Inggris dan Negara-negara lainnya. Dan ISO ini sebagai bentuk standar yang akan dijadikan patokan dalam penerapan standar nasional Indonesia (SNI), terhadap barang dari luar,”ungkapnya.

Tambahnya, dan pemerintah Indonesia sudah mengumumkan adanya regulasi terhadap energy. Walaupun belum ada standar baku yang dapat menjadi patokan organisasi besar maupun kecil, untuk penghematan energy. Untuk itu dengan adanya sosialisasi ISO 50001, tentang sistem energi, diharapkan masyarakat bisa lebih efisiensi dalam penggunaan energi yang ada.

“ISO 50001 ini lebih membuat organisasi besar atau kecil lebih efisien dalam penggunaan energinya. Sehingga bisa menekan efek yang ditimbulkan dan menghemat biaya sampai 50 persen,”ujarnya.

“Untuk itu dengan adanya sosialisasi ISO 50001 tentang system manajemen energy kepada masyarakat baik pribadi maupun organisasi mampu mengefisienkan konsumsi energy yang selama ini dibutuhkan,” ungkap Yenny Sari M. Sc ketua NIEC 2013.(win8/12)

Sumber: http://dutaonline.com

Foto dok: dutaonline.com