SURABAYA - Ruang perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya) menjadi ajang permainan kemarin (27/1). Di sana ada 35 tim pencinta bridge dari SD, SMP, SMA, dan umum yang beradu otak dan kecerdikan dalam bermain kartu remi. Mereka berkumpul untuk mengasah daya analisis dan menyalurkan hobi olahraga tersebut.

 
Penghobi bridge itu datang kota-kota di Jawa Timur (Jatim). Misalnya, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Tulungagung, Pamekasan, Blitar, dan Kediri. Richard Geovani, ketua pelaksana event, menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk memasyarakatkan bridge yang termasuk salah satu cabang olahraga. "Olahraga ini mengajak pemainnya untuk lebih memiliki daya analisis yang kuat," tegasnya.
 
Secara filosofis, kata Richard, permainan itu memiliki nilai-nilai yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. 
 
Salah seorang peserta asal SMAN 1 Manyar, Gresik, Ikawahyu Widya, mengatakan, dia belajar soal matematika melalui bridge. "Ini mirip bab peluang dalam mata pelajaran matematika. Pemain menghitung peluangnya menguasai permainan dengan langkah-langkah yang dia tentukan di awal," ujar dia. Pemain juga dilatih tenang dalam mengambil keputusan. (rio/c8/roz)
 
Sumber: Jawa Pos, 28 Januari 2013
Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/news_detail/1087/Asah-Analisis-Dengan-Bridge.html