SURABAYA – Beatrix Angelina Mantara dan Kezia Jeni Hindrawan serius bermain dakon di selasar Gedung International Village Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin (10/8). Meski baru pertama bermain, keduanya tidak mau mengalah. Apalagi, mereka mewakili fakultas masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Rektor Cup setelah masa orientasi bersama (MOB) tingkat universitas dan fakultas. Ada beragam kompetisi yang diselenggarakan.

Angelina mengatakan, selama ini dirinya belum pernah bermain dakon. Kebiasaannya sejak kecil lebih banyak bermain gadget. Meski demikian, dia sangat menikmati permainan tradisional tersebut. "Awalnya sulit banget. Lama-lama seru juga," katanya.

Menurut dia, permainan tradisional sangat berbeda dengan permainan modern seperti game di gadget. Ada interaksi langsung dengan lawan bermain. Hal itu membuat suasana lebih gembira. "Tidak terkesan individual," ucap mahasiswa fakultas farmasi tersebut.

Manajer Pendampingan Aktivitas dan Kesejahteraan Mahasiswa Ridho Islamie mengatakan, kegiatan MOB setiap tahun diadakan dengan tiga rangkaian. Mulai kegiatan universitas, fakultas, hingga Rektor Cup. Kegiatan puncak dari MOB digunakan untuk mencari talenta atau bakat dari mahasiswa baru. "Suatu saat, jika ada kompetisi di kampus, kami tahu mahasiswa yang memiliki bakat tersebut," tuturnya.

Ridho menuturkan, ada empat bidang untuk mengasah bakat. Antara lain, olahraga, penalaran, seni, dan permainan tradisional. Tahun ini permainan tradisional menjadi kompetisi baru. (ayu/c15/dio)

Jawa Pos, 11 Agustus 2018