Kuota Bidikmisi Wilayah Jatim

SURABAYA – Tahun ini kuota mahasiswa penerima bidikmisi meningkat. Terutama mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi swasta (PTS). Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) me mastikan, tahun ini kuota bidik misi sebanyak 350 mahasiswa.

Kepala Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Ketenagaan Kopertis VII Sudaryanto me ngatakan, jumlah tersebut meningkat 100 mahasiswa jika dibandingkan dengan tahun lalu. Setiap tahun jumlah mahasiswa yang diterima bidik misi memang sangat dinamis. Benar-benar menunggu ke pastian dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). "Kami hanya menerima jadi dari kementerian, lalu menyosialisasikannya ke PTS," paparnya.

Sejak bidikmisi ada pada 2010, Kemenristek Dikti mengalokasikan jatah bidikmisi untuk PTS pada 2012. Saat itu Jatim hanya mendapat kuota 60 mahasiswa. Pada 2013 jumlahnya meningkat menjadi 600 mahasiswa. Alasannya, saat itu ada perubahan APBN. Perubahan yang terbesar ada pada dana pendidikan. "Saat itu kami kewalahan menyerahkannya pada PTS," ucap Sudaryanto. Setelah itu, kuotanya menjadi 250 mahasiswa pada 2014.

Kopertis akan mengadakan sosialisasi dengan mengundang PTS yang berhak mendapatkan jatah bidikmisi. PTS itu harus mempunyai program studi terakreditasi A dan B. "Komposisinya ka mi buat lebih banyak di prodi ter akreditasi A. Ada 60 persen. Prodi akreditasi B mencapai 40 persen," ucapnya.

Di Surabaya, PTS yang langganan ditunjuk untuk mencari mahasiswa bidikmisi adalah Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Katolik Widya Mandala, STIE Perbanas, Stiesia, dan Universitas Kristen Petra. Nanti kopertis yang akan menentukan kuota per PTS. Biasanya jumlahnya bervariasi. Bergantung pada banyaknya jumlah prodi yang terakreditasi A dan jumlah kuota yang diberikan pemerintah pusat. "Biasanya kami tawarkan juga ke PTS yang punya prodi akreditasi A. Kalau tidak mau, kami tidak memaksa," kata Sudaryanto.

Sudaryanto mengapresiasi karena sebagian besar PTS yang ditawari mau menerima program bidikmisi. "Artinya, mereka mendukung program pemerintah," ucapnya.

Koordinator Penawaran dan Beasiswa Ubaya Aloysius Yuli Widianto menambahkan, meski identik dengan mahasiswa dari kalangan menengah ke atas, Ubaya menerima bidikmisi sejak 2012. Perinciannya, pada 2012 Ubaya mendapat jatah 16 mahasiswa, tapi hanya terpenuhi 10 orang. Lalu pada 2013 kuotanya 22 mahasiswa, tapi yang terpenuhi 21 orang. Tahun lalu, 2014, Ubaya mendapat jatah 15 mahasiswa dan terpenuhi.

Menurut Aloysius, sejauh ini kopertis selalu memberikan kejelasan kuota per PTS pada September. Padahal, penerimaan mahasiswa baru di tutup sejak Agustus. "Jadi, kami harus mencari mahasiswa baru yang tidak mampu, itu sulit sekali," paparnya. (ina/c7/ai)

Sumber: Jawa Pos 31 Maret 2015