Bertempat di auditorium gedung perpustakaan lantai V kampus UBAYA Tenggilis, Surabaya, sejumlah pakar teknologi informasi (TI) dan pendidikan berbagi pengalaman kepada para guru. Mereka antara lain adalah Kadispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, M.M., Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia Ardian Elkana, BFA, MBA, Ir. Kl Lynn Tan, M.Sc (Eduliga Netherlands), Timon Bos (Eduliga Netherlands) dan Sholeh Hadi Setyawan, S.T., M.Kom. (Edusurya UBAYA). Sholeh Hadi Setyawan yang juga dosen Informatika UBAYA ini mengungkapkan, melalui game, minat siswa untuk, misalnya, belajar bahasa Jawa yang dinilai sulit dan membosankan bagi sebagian kaum muda, akan terbantu. “Melalui edutainment akan memperkaya buku elektronik dengan fitur suara, animasi, dan gambar,” terang Sholeh.

Dalam kesempatan itu, Ikhsan menyatakan sangat mengapresiasi inisiatif Teknik Informatika UBAYA yang akan membantu mendigitalkan materi pembelajaran menjadi multimedia interaktif bagi para guru di Kota Surabaya. “Materi berasal dari para guru, sedangkan teknologinya dari UBAYA,” terang Ikhsan. Sementara, Ardian Elkana menekankan pada betapa prospektifnya industri kreatif dan entertainment di Indonesia. “Kebutuhan tenaga kerja industri kreatif ini sangat besar. Televisi yang bersiaran nasional saja sudah berapa jumlahnya. Belum televisi lokal yang jumlahnya lebih dari 100 stasiun di seluruh Tanah Air,” terang Ardian.

Sementara itu, pembicara dari Eduliga Netherlands, Kl Lynn Tan, mengungkapkan saat ini terdapat empat mahasiswa Informatika UBAYA yang sekarang sedang magang kerja di Belanda. “Empat mahasiswa ini magang sejak Oktober lalu dan akan kembali ke Indonesia pada akhir Desember. Mereka membuat berbagai macam game interaktif untuk pembelajaran,” terang dia, sambil menunjukkan contoh-contoh game tersebut kepada para guru melalui proyektor.

“Dengan menggunakan software, guru tidak perlu mengoreksi sendiri hasil ujian,” ujar Timon. Selain itu, lanjut dia, terdapat komputer yang diberi tambahan kamera, sehingga siswa yang sedang terbaring di rumah sakit bisa tetap mengikuti kelas walau tidak dapat hadir secara fisik.

Momentum sharing unsur pendidik se-Kota Surabaya dan sekitarnya ini merupakan salah satu aktivitas lanjutan buah dari kerjasama riset serta magang antara Teknik Informatika UBAYA dan sejumlah lembaga pendidikan Belanda, yakni Stichting OWG Netherland, Eduliga Netherland, dan Eduliga Asia. Ketua Jurusan Teknik Informatika UBAYA Ir. Bambang Prijambodo, M.MT menjelaskan, Stichting Owg-Belanda merupakan yayasan untuk pendidikan teknologi informasi dan komunikasi di Belanda. “Pembentukan Edutainment Research Center berpusat di Surabaya dan bertujuan melakukan riset bersama yang didanai oleh Stichting Owg, Eduliga BV dan UBAYA, menekankan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan,” terang Bambang. Pembentukan Edutainment Development Center bertujuan untuk mengkreasi perangkat lunak yang terkait edu-tainment seperti edu-games, pembelajaran interaktif, e-learning, dan computer aided learning yang melibatkan mahasiswa serta dosen Teknik Informatika, Prodi Multimedia dan Prodi Sistem Informasi UBAYA.
 

 

Dikutip dari: Tabloid Komputek /EDISI 804 /minggu ke 1 Desember 2012

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/media_detail/1058/Dari-UBAYA-Sharing-Forum-Edutainment--Pembelajaran-Inovatif-Dan-Kreatif-Via-Teknologi-Informasi.html