Beberapa minggu yang lalu masyarakat Indonesia tengah menanti-nantikan keputusan Presiden Jokowi dalam polemik yang tengah berlangsung saat ini. Penantian itu akhirnya berakhir ketika Presiden Indonesia ke-7 itu bersuara dan memberikan keputusan pada pidatonya beberapa hari yang lalu. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan kenapa orang nomer satu di Indonesia itu membutuhkan waktu yang lama dalam memberikan keputusan. Masalahnya, tidak semua orang mengetahui apa saja pertimbangan psikologis yang seseorang harus hadapi kala harus mengambil sebuah keputusan yang menentukan hajat hidup orang banyak itu.

Menurut Marselius Sampe Tondok, S.S., M.Si., ada dua factor yang mempengaruhi kecepatan seseorang mengambil keputusan. Pertama adalah pada karakter orang itu sendiri. Ada tipikal orang yang cepat dalam mengambil keputusan, adapula yang berhati-hati dalam mengambil keputusan sehingga memakan waktu yang cukup lama. “Faktor kedua adalah situasional. Kondisi yang dialami sekarang kan kondisi yang dilematis, sama-sama tidak mengenakkan, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan suatu putusan,” tutur dosen psikologi Ubaya ini.

Marsel juga menambahkan, scope yang dihadapi Jokowi saat ini berbeda dengan saat ia menjabat sebagai orang nomer satu di Jakarta dulu. Sekarang menangani Indonesia dengan skala nasional, tentu saja kepentingan poitik yang dialami lebih kompleks daripada di Jakarta. Meskipun begitu, Marsel juga menuturkan, keputusan yang diambil Jokowi ini akan mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat maupun para investor asing.

Untuk mencegah masyarakat memunculkan prasangka negatif pada pemerintah, Marsel menyarankan agar pemerintah terbuka pada masyarakat. “Komunikasi politik itu perlu, sehingga masyarakat tahu situasi yang dihadapi dan kalau masyarakat sudah tahu kondisi yang dihadapi itu apa saja, masyarakat tidak men-judge dan tidak memunculkan prasangka karena ada informasi yang clear dan jelas,” tutupnya. (dnl/wu)

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/interview_detail/94/Dibalik-Keputusan-Sulit.html